Bukan Rahasia: Kiat Sukses Jadi Penulis Produktif

Banyak pakar tulis-menulis mengatakan, kalu pengen bisa nulis, ya menulis itu sendiri. Gambaran yang sering dipakai untuk menganologikan hal ini adalah, kalau kita pengen bisa berenang ya berenang donk. Jadi seseorang tidak bisa dikatakan memiliki keahlian berenang, jika hanya sebatas mengetahui atau memahami banyak teori tentang berenang saja. Seseorang dapat dikatakan bisa berenang, jika mampu berenang secara praktik. Begitu pula dengan menulis, tahu banyak tentang teori menulis tidak menjadi ukuran, bahwa seseorang bisa menulis. Namun demikian bukan berarti meniadakan arti penting dari teori. Kedudukan teori penting adanya, tetapi teori-teori untuk bisa menulis menjadi tidak berarti tanpa kita mempraktikkannya. He..he..he kayak bener aja ya?

Oke kita lanjut, terus bagaimana? Eh.. Masih tanya, apalagi yang ditunggu, mari sekarang kita menulis, menulis, dan menulis. Oke-oke, nulis apa ya? Tanya lagi. Lagi gak mod? Alasan lagi. Lagi banyak tugas kampus/sekolah nich? Coba menghindar. Seperti itu dulu yang dilakukan teman saya -ah teman atau dirimu- ketika dimitai tulisan untuk majalah dan mading kampus, sejuta alasan mereka ajukan untuk menolak membuat tulisan.     
    
Untuk jelasnya rahasia apa yang akan saya ungkapkan, ijinkan saya bercerita sedikit tentang pengalaman yang saya alami. Yuk menuju ke cerita, kampus dimana saya kuliah merupakan kampus baru (2007/angkatan 1), semua serba minim, baik fasilitas, pengalaman, prestasi, maupun lain-lain -STAI Sangatta namanya, pernah dengar tidak?- begitu juga dengan komunitas menulis mahasiswa, baru terbentuk pada tahun 2009. Terbentuknya pun atas inisiatif dari dosen dan alumni pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan oleh kampus.  

Dari inisiatif itu terbentuklah Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) yang kami beri nama GAZEBO, nama diambil dari pondok kecil di atas rawa. Di tempat itu mahasiswa selalu berdiskusi, membaca buku, dan banyak hal. Aktifitas itulah yang menjadi dasar filosofi dari LPM kami, yang tercermin dalam sebuah nama yaitu GAZEBO. Untuk pengurus utamanya Pimpinan Redaksi (pimred) sudah berganti tiga kali, yang ketiga dan masih berjalan adalah saya (2013). Walah sudah panjang lebar mana rahasianya? He..he sabar ya.

Baik ini rahasianya, kepengurusan pertama dan kedua produktifitas menulis anggota sangat rendah. Kemudian ketika awal saya menjabat sebagai pimred, karena saya ingin ada perubahan dan pembeda yang nyata antara anggota LPM dengan mahasiswa biasa, maka saya PAKSA mereka untuk menulis -waow kejam ya-, dengan menargetkan jangka waktu tertentu.   

Ternyata kegiatan PAKSA yang saya terapkan membuahkan hasil signifikan, sekarang rata-rata anggota produktif menghasilkan karya tulis. Dari sini saya dapat mengambil kesimpulan bahwa, tidak produktif menghasilkan karya tulis bukan karena tidak bisa menulis, tetapi karena tidak mau MEMAKSA diri untuk menulis.

Kalau satria menyebutkan dalam bukunya jangan menunggu mod anda datang baru menulis, tetapi datangkanlah mod untuk menulis. Sebab sudah jelas kalau anda menunggu mod yang datang, maka bisa dipastikan masalah di atas (alasan) yang datang menghampiri anda.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Bukan Rahasia: Kiat Sukses Jadi Penulis Produktif"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel