Mulai Belajar Menulis Dengan Menanam Impian

Ilustrasi: bapinda.com
Dari Sekolah Dasar kita sudah diajarkan menulis, tapi mengapa kalau mau membuat tulisan beratnya -susah- bukan main. Jangankan menulis sebuah buku, bikin artikel satu atau dua halaman quarto saja harus bersusah payah, hingga menguras habis energi yang ada.

Banyak diantara kita susah menuangkan idenya dalam bentuk tulisan. Kesusahan ini bukan berarti mereka tidak memiliki sumber daya yang mendukung kegiatan tulis menulis. Namun sejatinya disebabkan oleh tidak mengoptimalkannya sumber daya menulis yang dimiliki. Untuk anda yang ingin melatih atau mengembangkan kemampuan menulis, maka sebelumnya harus menanamkan impian untuk apa anda menulis. Upaya ini sangat utama untuk menciptakan motivasi diri, sehingga akan memperkuat langkah anda dalam menghancurkan rintangan yang menghambat belajar menulis.

Impian Salah, Menghambat Proses Belajar Menulis

Beberapa waktu yang lalu ketika saya akan mulai belajar menulis, tujuan saya adalah agar saya mampu menulis dengan lancar dan baik. Namun berjalan dengan waktu ternyata itu tidak cukup kuat untuk dijadikan dasar. Sehingga ada saja alasan bagi saya untuk tidak melakukan pelajaran utama dari menulis, yaitu menulis itu sendiri. Kenapa tujuan dari belajar menulis agar mampu atau bisa menulis tidak kuat dijadikan dasar dalam belajar menulis? Karena sudah jelas belajar menulis adalah untuk bisa menulis.

Kemudian saya mulai menemukan titik yang dapat membangkitkan gairah menulis saya, seakan-akan tidak ada setan yang mampu menggoda, atau ombak yang menenggelamkan, atau angin yang menghempaskan -ah segitunya- saya dalam menghasilkan karya tulis -meskipun hasilnya acak-acakan-. Titik itu adalah impian yang benar.

Baik, karena manusia memiliki impian yang berbeda-beda maka saya tidak dapat menyebutkan apa impian saya tersebut. Tetapi saya akan membantu anda untuk menemukan impian yang tepat, terkait dengan tujuan akhir yaitu menghasilkan karya tulis.

Temukan Impian Yang Tepat Untuk Menulis

Sahabat saya Napoleon Hill -kenal tidak?-, dalam bukunya Selling You mengatakan ada 9 motif dasar (basic motives) yang bisa digunakan untuk mengarahkan manusia bereaksi. Sembilan motif dasar itu adalah motif melindungi diri, motif memperoleh keuntungan finansial, motif cinta, motif menghasratkan kekuasaan dan ketenaran, motif seksualitas, motif rasa takut, motif balas dendam, motif kebebasan -tubuh dan pikiran-, dan motif ingin menciptakan atau membangun dalam pikiran atau wujud.

Coba sekarang tentukan motif mana yang paling kuat pada diri anda, motif yang akan memicu anda atau yang mengharuskan anda untuk menulis. Jika anda menulis terus-menerus karena adanya motif yang membakar anda untuk melakukannya, maka yakinlah dalam waktu yang singkat dan tidak dapat anda bayangkan, anda akan mampu dengan mudah menghasilkan karya tulis yang berkualitas.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Mulai Belajar Menulis Dengan Menanam Impian"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel