Lebih Dekat Dengan Komunitas Menulis: Jalan Tepat Jadi Penulis Hebat


Pernah dengar tentang pengaruh teman atau komunitas? Katanya sih kalau kumpul dengan penjahat bisa jadi penjahat, kumpul dengan ustad bisa jadi ustad, kumpul dengan seniman bisa jadi seniman, dan yang lainnya. Jika pernah mendengar dan membenarkannya berarti anda setuju kalau pengen jadi penulis harus kumpul dengan komunitas menulis.

Apasih sebenarnya yang menjadikan komunitas sangat berpengaruh besar terhadap pembentukan karakter sesuai dengan fokus [genre, aliran, ideologi, ajaran, ah apa ya? bingung aku nuliskan maksudnya] komunitas tersebut.

Oke, sebelum membahas apa yang ada di dalam komunitas, yang berperan mengarahkan atau mempengaruhi seseorang untuk mengikutinya, terlebih dahulu aku pengen cerita pengalamanku tentang kakuatan yang ada di komunitas. Ya sekedar sebagai gambaran saja untuk melihat ada apasih dari "THE POWER OF COMMUNITY".

Mulanya, tidak terpikirkan olehku untuk membentuk dan bergabung dengan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM). Ditulisanku sebelumnya aku menyinggung bagaimana keadaan kampusku yang baru buka dan sekalanya masih kecil. Karena sekala kecil itulah antara mahasiswa dengan mahasiswa, dan mahasiswa dengan dosen, saling mengenal dan akrab.

Setelah kampus berjalan 3 tahun, pihak lembaga [pimpinan dan dosen] menginginkan adanya aktivitas pers mahasiswa. Sebagai bekal dan langkah awal, kampus mengadakan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD). Karena aku dikenal memiliki sedikit pengetahuan tentang pengoprasian aplikasi kompeter [bukan sombong ya, he..he], yang sangat mendukung untuk membuat media publikasi, akhirnya aku dipaksa agar ikut pelatihan tersebut.

Disinilah poin pentingnya, setelah mengetahui bagaimana kerja jurnalistik, kami alumni PJTD membentuk komunitas menulis. Seperti yang disebutkan di atas yaitu LPM yang kami beri nama GAZEBO. Kerja-kerja jurnalistik pun kami lakukan yaitu menulis dan mempublikasikannya. Hari ke hari kita membicarakan soal menulis, ketika saya mulai melupakannya, teman memancing untuk kembali membahasnya. Ketika teman-temanku layu, aku hadir untuk memupuk dan menyiraminya [kayak tanaman aja]. Serta banyak hal lain yang tidak kami dapatkan, ketika belajar menulis tanpa mengikuti komunitas. Sebentar...sampai disini paham tidak maksudnya.

Kembali pada the power of community, berbicara soal komunitas menulis, Asma Nadia mengatakan komunitas dapat menjaga gairah semangat menulis. Sehingga kita dapat konsisten dalam menulis, dalam republika.co.id. Kata menjaga gairah inilah yang menjadi kata kuncinya. Sebab dalam komunitas terdapat motivasi-motivasi yang datang dari luar [eksternal motivation] yang sangat dibutuhkan. Ketika motivasi utama [internal motivation] mengalami penurunan, maka dapat dibangkitkan kembali dengan eksternal motivation.

Pribahasa mengatakan bisa ala biasa, memang sudah menjadi sebuah kebenaran. Terkait dengan komunitas, dapat menciptakan motivasi eksternal melengkapi dari motivasi internal yang terarah dan terfokus pada bidangnya, ini menjadikan anggota yang tergabung di dalamnya mengikuti arus tersebut. Hasilnya adalah konsistensi -bisa dimaknai sebagai pembiasaan- kata mbak Nadia. Tergabung dalam komunitas itu akan membiasakan diri terhadap bidang [menulis] komunitas tersebut. Kalau disandarkan pada pribahasa, maka "bisa menulis karena biasa menulis".

Coba ketika kita termotivasi ingin belajar menulis tetapi tidak tergabung dalam komunitas, maka ketika motivasi itu redup siapa yang akan membangkitkannya -Tuhan YME, ah ngarep loe-, belajar menulis? gabung atau bentuklah komunitas menulismu sekarang.

Ini sebagai gambaran lagi, mudah mana belajar menguasai bahasa inggris, pertama dengan belajar sendiri, dan kedua tergabung pada komunitas atau langsung gabung dengan orang-orang inggris. Saya yakin jawabannya adalah yang kedua. Oke sekian, salam comunity.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Lebih Dekat Dengan Komunitas Menulis: Jalan Tepat Jadi Penulis Hebat"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel