Gagal 1: Terus Bertekad Untuk Tetap Menulis

tetap menulis
Kemarin (04/04/2013), dengan perasaan berdebar-debar aku mengunjungi situs tempat dimana aku mengikuti lomba menulis blog, lomba ini adalah kompetisi menulis yang pertama aku ikuti. Kunjunganku memang atas dasar informasi panitia mengenai kapan dan dimana peserta lomba dapat mengetahui pengumuman pemenang lomba.

Meskipun website belum terload dengan sempurna akupun sudah bisa menemukan postingan pengumuman pemenang lomba yang menjadi tujuanku, tanpa nunggu lama langsung aja aku klik postingan dengan judul "Pengumuman Pemenang Lomba Blog" itu, agar cepat bisa tahu isi postingan secara keseluruhan. Pelan-pelan aku scroll mouse turun, berharap ada namaku diantara untaian kata yang terangkai dalam isi postingan tersebut. Hingga pada akhirnya, isi postingan pun habis aku baca dengan seksama. Sebab perasaan hati kurang yakin dengan hasil baca yang pertama, aku pun membaca ulang. Setelah dua kali membaca aku pun menjadi yakin kalau tulisanku belum berkesempatan menjadi pemenang disana.

Meskipun pada kompetisi tersebut tulisanku tidak tampil menjadi pemenang, aku tetap berfikir positif pada tulisanku. Bahwa tulisanku tidak kalah menarik dengan tulisan peserta lain, utamanya adalah yang menang -untuk konsumsi aku sendiri sih-. Pandangan positif itu aku tanamkan agar aku tetap terpacu -termotivasi- untuk tetap terus menulis.

Padahal awalnya aku berharap bisa menang, aku kira harapan itu sudah benar dan memang seharusnya begitu optimisme itu harus ada, terhadap apapun yang kita usahakan, bukan begitu? Tetapi jika kalah adalah hasilnya, bagi aku tidak jadi masalah, intinya aku telah berusaha. Soal kalah dan menang akan aku jadikan prinsip bahwa itu semua adalah catatan indah perjalananku.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Gagal 1: Terus Bertekad Untuk Tetap Menulis"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel