Membongkar Rahasia Menulis Raditya Dika

Raditya Dika

Salam sukses buat sahabat pembaca sekalian. Kali ini aku dengan berani akan mencoba membongkar rahasia menulis Raditya Dika.

Sahabat pembaca bisa sampai pada blog aku dan membaca tulisan ini, bisa aku simpulkan bahwa sahabat mungkin punya permasalahan yang sama denganku. Ya, persoalan tentang bagaimana sih agar bisa menjadi penulis yang produktif?

Menemukan tema apa yang harus ditulis, bukan hal yang mudah bagi aku yang pemula ini, sehingga aku pun melakukan hal yang sama, seperti yang sahabat pembaca lakukan. Mulai dari mengobrak-abrik google, melototin youtube, menyibak-nyibak buku. Itu aku lakukan untuk mencari apa yang akan aku tulis dan bagaimana cara menuliskannya.

Sampai pada saat ini teori-teori yang aku dapatkan, baik secara sadar atau pun tidak sadar, merupakan unsur pembangun dalam karya tulisku. Di kesempatan ini izinkan aku menyampaikan rasa terimakasihku pada mereka. Mudah-mudahan amal baik selalu tercatat untuk mereka, di setiap kata yang berhasil aku tuliskan.

Baca Juga: Ingin Jadi Penulis? Inilah Nasehat Hebat Dewi Dee Lestari 

Baik, kita kembali pada persoalan yang sama-sama kita hadapi. Yaitu tentang apa yang akan kita tulis? Menjawab persoalan itu aku ingin menggaris bawahi pernyataan Raditya Dika. Dalam banyak kesempatan, dia mengungkapkan rahasia apa yang digunakannya untuk menghasilkan karya tulis. Dijelaskannya bahwa ide tulisannya selalu datang atau muncul dari kegelisahan yang dia rasakan.

Nah, kegelisahan inilah kata kunci yang saat ini sedang aku pelajari. Sebagai orang yang punya niat menjadi penulis, pastinya juga ingin terus-menerus menghasilkan karya tulis dengan produktif, seperti Raditya Dika gitu! Syukur-syukur jikalau nantinya tulisan yang aku hasilkan bisa diminati oleh pembaca, yah begitulah harapan. Tapi soal itu aku serahkan sepenuhnya pada Tuhan YME, yang terpenting adalah saat ini aku mencoba berusaha semaksimal mungkin untuk bisa produktif menulis.

Lantas apa kegelisahan yang dimaksudkan oleh Raditya Dika? Dan mengapa kita harus gelisah?

Seperti yang aku pahami bahwa ternyata kegelisahan itu muncul karena adanya sikap peduli. Baik itu peduli karena suatu paksaan, atau peduli karena panggilan hati, yang jelas kita harus peduli dulu agar bisa gelisah. Apakah itu benar? Coba, apakah kita akan merasa gelisah jikalau kita tidak peduli terhadap apa yang terjadi? Pastinya tidak bukan?

Maka jadi peduli itu penting, agar kegelisahan datang menghampiri. Tapi jangan sampai galau ya? batasi dengan niat ingin memberi manfaat, bukan untuk larut di dalamnya. Maksud aku lebih jauh adalah mari kita bersama-sama menanamkan sikap kepedulian itu. Ketika kita telah peduli maka akan ada saja masalah atau fakta yang bisa kita jadikan tulisan.

Kemudian dari mana munculnya produktifitas menulis? Ya, dengan adanya masalah dan fakta yang menggelisahkan karena kepedulian kita, itu artinya kita telah berhasil menjaring ikan -what ikan, maksudnya bahan kaleee- yang siap kita oleh menjadi sajian yang lengkap. Jika kita terus menerus peduli dan terus-menerus memicu kegelisahan, maka dapat dipastikan bahan akan selalu tersedia untuk kita tuliskan.

Terakhir dari aku, ayo kita temukan kegelisahan dengan peduli terhadap apapun yang terjadi disekitar kita. Kemudian kita olah kegelisahan itu menjadi sajian yang lezat dan berkhasiat bagi pembaca.

Paling terakhir dan terpenting dari sikap peduli itu adalah akan menjadikan kita sebagai manusia yang terbaik. Sikap peduli itu, pastinya akan membawa manfaat bagi yang dipedulikannya, dengan begitu secara tidak langsung orang yang peduli merupakan sumber manfaat bagi yang lainnya. Ini sesuai dengan kata Nabi Saw, "Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang memberi manfaat bagi yang lainnya."

Meskipun jika sahabat hanya peduli dengan diri sendiri, itu juga merupakan kebaikan, Tapi lebih bagusnya juga dibarengi dengan kepedulian pada yang lain. Begitu, salam.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Membongkar Rahasia Menulis Raditya Dika"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel