IBU, Aku Pasti Akan Mendapatkan Hakikat Itu!

harapan ibu

IBU, hari ini adalah hari dimana dulu engkau rela menukar nyawamu dengan hidupku. Ibu, tak mungkin aku membalas itu. Meskipun beras, emas, cinta, dan sayang, berbukit-bukit, bergunung-gunung aku berikan padamu, maka itu semua tidak akan pernah cukup membalas beratnya pengorbananmu untukku.

Apalagi curahan kasih dan sayangmu dalam membesarkanku, mendidikku. Bukan hanya dari kata-katamu yang lembut, kata-katamu yang menjaga, tapi dari semua karaktermu adalah pelajaran hebat untukku.





Ibu, hari ini, di saat teman-temanku banyak yang berharap agar aku segera mencari dan menemukan tulang rusukku, mungkin di sana engkau jauh lebih berharap dari pada mereka. Aku tau itu, aku merasakannya.

Ibu, di saat aku sudah mampu hidup mandiri dan jauh darimu, tetap saja aku tidak bisa engkau lepas begitu saja. Aku tau engkau selalu memikirkanku, menghaturkan doa untukku, berharap ketenangan dan ketentramanku. Apalagi saat-saat sekarang ini, saat-saat usia anakmu dalam ambang semrawudnya bathin dan pikiran.

Benar ibu, maafkanlah aku di atas besarnya pengorbananmu yang tidak akan pernah terbalaskan olehku, masih saja aku membuatmu tidak tenang di atas ke tidak tenanganku. Bagaimana engkau bisa hidup tenang, jika melihat anakmu ini belum mendapat ketenangan. Maafkan aku ibu, baiklah kini aku akan berusaha lebih keras lagi untuk mendapatkan ketenanganku, agar aku juga bisa membuatmu hidup dengan tentram.

Bersabarlah Ibu aku akan berusaha keras untuk mendapatkannya dan aku pasti akan mendapatkannya. Ya, mendapatkan hakikat Hawa untuk Adam, hakikat Engkau untuk Ayah, hakikat Dia untuk Anakmu ini. Aamiin...   

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "IBU, Aku Pasti Akan Mendapatkan Hakikat Itu!"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel