Pentingnya Etika Bisnis Islam Dalam Berjualan Online Tanpa Modal dan Stok Barang

Pentingnya Etika Bisnis Islam Dalam Berjualan Online Tanpa Modal dan Stok Barang

Sungguh keberkahan adalah tujuan yang harus diutamakan dalam setiap langkah, apapun itu. Termasuk adalah urusan bisnis atau jual beli, dimana ada harapan di dalamnya yang akan digunakan untuk penghidupan keluarga.

Mencari rezeki Allah SWT memang banyak caranya, baik dari cara-cara sederhana hingga dengan cara-cara yang rumit, dari yang berskala kecil hingga berskala besar, baik sebagai produsen atau penjual, baik yang berjualan barang persediaan milik sendiri atau yang menjualkan barang persediaan milik distributor atau orang lain.

Begitu cara-cara yang bisa dilakukan dalam mencari karunia Allah untuk memenuhi kebutuhan hidup, dan kemudian proses mencari rezeki Alloh tersebut pastinya disesuaikan dengan kondisi saat akan mengerjakannya. Perihal ini disesuaikan dengan kapasitas kamampuan yang dimiliki, ini merupakan nikmat bahwa setiap yang hidup pasti bisa mendapatkan karunia Allah, yang menjanjikan bahwa setiap yang hidup pasti ada rezekinya, maka dari itu nikmat mana lagi yang didustakan.

Baca Juga: Menjadi Wirausaha Sukses Itu Mudah

Terkait dengan itu, saat ini telah berkembang industry 4.0 dimana sebagian besar manusia telah mengalami ketergantungan terhadap kemudahan informasi, ini karna dipicu atas berkembangnya teknologi informasi yang selalu menyajikan layanan kemudahan bagi manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Kesempatan tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh pihak-pihak yang memiliki kompetensi dalam membangun sebuah system yang dapat digunakan sebagai layanan transaksi jual beli, dimana orang dapat dengan mudah memasarkan produk-produk miliknya kepada banyak calon pembeli atau konsumen.

Para pengembang telah membuat layanan canggih tersebut yang bertujuan untuk mempertemukan antara pembeli dengan penjual selain itu juga menyediakan layanan transaksi aman diantara keduanya. Sehingga terciptalah kepercayaan diantara pembeli dan penjual, meskipun keduanya tidak saling tatap muka dan bersama saat terjadinya transaksi.

Ekosistem online yang fokus pada penyediaan layanan, dimana mereka mempertemukan penjual dan pembeli tersebut dikenal dengan istilah marketplace -pasar online-, di Indonesia diantara layanan tersebut yang popular adalah seperti shopee, bukalapak, tokopedia, lazada dan lain-lain.

Jual beli telah lama menjadi prilaku manusia yang ingin mendapatkan suatu manfaat dari transaksi jual beli, pembeli menginginkan barang atau nilai yang ada pada transaksi. Sedangkan penjual ingin mendapatkan keuntungan atau nilai tambah dari  transaksi yang dilakukannya. Selanjutnya yang akan dibahas adalah dari sudut pandang penjual.

Penjual yang ada di marketplace ada beberapa macam, yaitu penjual yang menjual barang miliknya sendiri dan ada juga penjual yang menjualkan barang milik orang lain atau distributor. Penjual pada marketplace yang menjualkan barang milik orang lain kebanyakan diantara mereka adalah tanpa memiliki persediaan atau stok barang -persediaan barang berada pada kekuasaan penjual-. Penjual jenis ini kerjanya hanya menawarkan barang atau promosi kepada pembeli, selanjutnya apabila terjadi transaksi maka penjual tinggal meneruskan atau menghubungi distributor untuk mengirim barang atas nama penjual bukan atas nama distributor. Sangat mudah bukan, cara kerjanya?

Penjual jenis tersebut di atas, tidak perlu modal awal dan stok barang kecuali apa bila terjadi penjualan penjual tersebut cukup mengeluarkan modal dari nilai transaksi yang telah didapatkan sebelumnya itu, dengan hanya melakukan itu penjual sudah bisa berjualan tanpa memiliki modal dan setok barang. Penjualan model ini popular disebut dengan istilah dropship.

Baca Juga: Pengalaman Jualan Dengan Sistem Dropship di Bukalapak

Ada beberapa alasan kenapa melakukan penjulan atau bisnis model dropship ini. Pertama adalah karna tanpa modal, terus terang bagi sebagian orang tidak memiliki cukup modal untuk menjalankan bisnis sehingga dalam berbisnis harus memulainya dengan cara-cara yang tanpa harus mengeluarkan modal, salah satunya adalah berjualan dengan sistem dropship tersebut. Atau bisa jadi hal tersebut memang pilihannya tanpa didasari dengan alasan permodalan.

Kedua adalah karena kemudahannya, cukup dengan hanya melakukan promosi tanpa harus mempunyai gudang stok, melakukan proses pengiriman dan hal-hal lain terkait pemelihara persediaan barang. Yang dilakukan hanyalah focus pada promosi dan menyajikan pelayanan terbaik bagi pelanggan.

Ketiga adalah dengan adanya marketplace, sangat membantu menjalankan bisnis dengan sistem dropship ini, karena pihak marketplace sangat aktif mempromosikan agar banya orang menggunakan layanannya, secara tidak langsung dari aktifitas tersebut marketplace telah mendatangkan banyak pembeli kepad toko-toko yang ada pada marketplace tersebut, jadi selanjutnya penjual hanya tinggal menjangkau kepercayaan pelanggan dengan menghadirkan pelayanan yang terbaik.

Itulah beberapa alasan untuk ikut menekuni bisnis dengan sistem dropship ini. Selama bisa ini sistem dropship ini dapat sangat diandalkan untuk menambah penghasilan, bisnis ini juga bisa mulai dilakukan tanpa harus meninggalkan pekerjaan sebelumnya.

Tetapi berjalannya waktu, setelah banyak terjadi transasksi dan melayani penjualan ada pengalaman-pengalaman yang dirasakan harus ada kehati-hatian dalam berjualan dengan sistem dropship. Hal ini terkait dengan masalah etika bisnis islam. Sebagai seorang muslim sudah sepatutnya memperhatikan perihal ini, karena tujuan berbisnis selain mendapatkan keuntungan, juga mengharapkan keberkahnnya.

Apa itu yang menjadi permasalahan? Jualan online dengan sistem dropship keadaan barang atau persediaan berada pada sisi distributor, sehingga dropshiper -sebutan penjualan denagn system dropship- tidak memiliki kendali sedikitpun terhadap barang, sehingga posisi distributor harus bisa diandalkan dalam hal memberikan informasi terkini, baik informasi mulai dari informasi jumlah stok, kualitas produk, detail produk, proses pengemasan, hingga proses kirim kepada pelanggan.

Dalam etika bisnis Islam, amanah dan kejujuran adalah bagian yang tidak boleh terpisahkan dari aktifitas bisnis agar bisnis mendapat untung, halal, dan berkah. Terkait dengan amanah dan kejujuran adalah bagaimana penjual mampu menghadirkan produk-produk yang ditawarkan sampai pada pelanggan sesuai dengan detail informasi pada saat terjadinya transaksi kepastian ini harus kita peroleh dari distributor yang juga amanah. Sebab tanpa amanah bisa jadi spesifikasi barang tidak sesuai dengan yang penjual tawarkan, jika itu terjadi maka jelas penjual telah melakukan penipuan.

Selanjutnya kita harus belaku jujur dalam menyampaikan informasi, baik pada saat menawarkan barang pada saat transaksi, pada saat pengemasan barang, pada saat pengiriman barang, hingga barang sampai di tangan pelanggan. Sebab pada kenyataan dilapangan proses ini tidaklah selalu berjalan dengan mulus dan lancar. Namun ada proses dimana penjual harus memberikan informmasi kepastian dan pembeli pun memiliki haknya untuk mempertanyakan kepastian tersebut.

Informasi yang paling sering ditanyakan adalah terkait dengan ketersediaan stok, pengemasan, dan proses pengiriman sedangkan ketiga hal tersebut bearada pada kendali distributor. Sehingga apabila terjadi kesenjangan informasi maka sebagai penjual harus mampu memberikan alasan tepat yang jujur, yang terbebas dari kebohongan. Sebagai contoh adalah apakah barang sudah dikemas? Pengemasan menggunakan apa? Barang sudah dimana? Kenapa barang belum dikirim? Dan lain sebagainya, dan biasanya karena kesibukan distributor, maka informasi-informasi tersebut membutuhkan waktu yang lama sampai pada penjual. Sedangkan penjual harus melayani pelanggan dengan baik dan cepat, maka sebagai penjual harus mampu memberikan jawaban-jawaban yang cepat, dengan alasan-alasan yang tepat, yang terbebas dari kebohongan.

Baca Juga: Jadi Agen Bukalapak, Benarkah Peluang Bisnis Menguntungkan?

Meskipun dalam sistem marketplace ada waktu yang telah ditetapkan, kapan batas akhir waktu pengirimannya, maka ketika batas waktu tersebut telah habis dan barang belum dikirim maka secara otomatis transaksi penjulan tersebut dibatalkan oleh system. Namun ketika pembeli pada masa-masa pengiriman tersebut melihat pada sistem kok barangnya tidak dikirim-kirim, maka banyak dari mereka yang langsung bertanya kepada penjual.

Intinya adalah ketika penjual mengalami kesenjangan informasi dari distributor, dan sedangkan penjual harus memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan, maka penjual haruslah mampu memberikan alasan-alasan yang tepat yang tidak melanggar norma-norma etika bisnis Islam. Karena dengan sistem dropship ini penjual memiliki peluang besar untuk melakukan kebohongan-kebohongan, yang meskipun itu demi menghadirkan pelayanan yang cepat pada pelanggan.

Olehnya berharti-hatilah menjalankan bisnis dengan sistem ini, persiapkan dengan matang mulai dari pemilihan distributor, hingga mempersiapkan strategi-strategi pelayanan yang sesuai dengan norma-norma etika bisnis Islam. Selamat berbisnis, salam keberuntungan dan berkah…

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Pentingnya Etika Bisnis Islam Dalam Berjualan Online Tanpa Modal dan Stok Barang"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel