Berbakti Kepada Orang Tua, Mereka Adalah Anugrah Yang Harus Dimuliakan

Berbakti Kepada Orang Tua

Seorang anak wajib berbakti kepada kedua orang tua, berbuat baik pada kedua orang tua, memuliakan kedua orang tua, dan mendoakan kedua orang tua, karna tanpa adanya mereka anak tidak akan pernah terlahir ke dunia ini. Jasa orang tua tidak akan terbalaskan dengan apapun, karena jasa orang tua tidak akan pernah mampu dihitung atau diukur oleh anak-anaknya.

Orang tua selalu bekerja keras banting tulang hanya karena untuk kehidupan anak-anaknya, agar dapat makan, berpakaian layak, bersekolah, fasilitas hiburan, dan kebutuhan hidup lainnya, mereka selalu berusaha menghidupi anak-anaknya dengan layak.

Sosok ibu begitu luar biasa keberadaannya dalam keluarga, karena berperan sebagai aeorang ibu itu bukan urusan yang gampang dan tidak akan mampu kita bayangkan. Ibulah yang mengandung, melahirkan, ibu tidak pernah merasa lelah bekerja untuk mengurus anak-anaknya.

Ibu harus merasakan kelaparan karena anak, bagaimana seorang ibu sangat-sangat sabar saat mengurus anak bayinya, sampai-sampai dirinya sendiri terabaikan. Baru saja akan masukan sesuap nasi tiba-tiba suara tangisan anak terdengar, maka ibu harus meninggalkan makannya dan menenangkan anaknya, dan pada akhirnya makan ibupun tertunda, meski mata berat untuk terbuka akibat kantuk tapi seorang ibu tetap harus bangun malam karna tangis anaknya.

Baca Juga: Tips Agar Anak Balita Mau Mengaji - Mengajari Anak Balita Mengaji

Begitu juga dengan ayah, ayah mencurahkan tenaga, peras keringat, mencari nafkah untuk anak-anaknya, panas kepanasan, hujan kehujanan agar bisa membawa harta yang banyak buat kebutuhan keluarga. Meski lelah bekerja namun diwajahnya selalu tampak semangat dan tetap optimis menjalani kehidupan ini, dan akan berdiri kokoh untuk melindungi anak-anaknya dari ancaman-ancaman apapun yang datang.

Memandang wajah ibu, memandang wajah ayah, semangkin hari wajah cantik dan gagah itu semakin memudar dan keriput, badannya yang dulu kokoh kini semakin lemah. Kondisi itu datang memang sudah menjadi ketentuan yang tidak bisa dihindarkan lagi. Kondisi itu sebagai ujian yang begitu berat baik bagi orang tua maupun bagi anak-anaknya.

Mengerti apa makna orang tua, mengerti bagaimana menjadi orang tua, merasakan betapa sakitnya saat mengandung, betapa lelahnya kondisi tubuh yang semakin hari semakin lemah karena mengandung. Karena saat mengandung, terkadang tubuh akan terbaring lemah, susah makan, susah minum, susah tidur, dan kadang sakit-sakit hingga muntah-muntah. Dan kemudian hingga saat menyusui, saat merawat anak dikala balita, saat akan memenuhi keinginan-keinginan yang kadang tidak kuasa untuk ditolak. Dari situ harus mengerti tidak mudah perjuangan seorang ibu, dari itu berbakti kepada orang tua cara terbaik untuk membalas itu semua, meskipun perjuangan itu tidak terbalaskan.

Baca Juga: IBU, Aku Pasti Akan Mendapatkan Hakikat Itu!

Namun bakti tidak akan mungkin terjadi jika mereka kita anggap sebagai beban hidup, tapi bakti akan terwujud karena kasih sayang kita, sebagaimana orang tua kita menganggap keberadaan kita, kelahiran kita adalah berkah dan rejeki yang dianugrahkan kepada mereka, sehingga mereka rela mempertaruhkan jiwa dan raganya untuk hidup kita.

Pengalaman membuktikan bahwa banyak orang tua yang menjadikan anaknya sukses dalam kehidupan ini, tetapi pengalaman juga banyak menceritakan kegagalan anak dalam berbakti pada kedua orang tua. Padahal jika anak juga memiliki prinsip sama seperti yang dimiliki oleh para orang tua yaitu keberadaanya adalah berkah dan rejeki yang merupakan anugrah yang mulia, maka tidak ada lagi istilah “Kedua orang tua mampu merawat dan memelihara lima anaknya, tapi lima anaknya tidak mampu merawat kedua orang tuannya”

Ini semua adalah inspirasi hidup, agar tetap semangat untuk membahagiakan orang tua. Anggaplah mereka berkah dan anugrah yang harus dimuliakan, diperjuangkan kehidupannya dunia hingga surga.

Berfikir bahwa orang tua adalah beban akan membawa pada pengakuan, ke aku akuan yang ada pada masing-masing anak, sehingga ini lah penyebab kenapa banyak anak gagal bakti kepada orang tuanya. Sudah merasa telah melakukan ini itu lebih banyak ketimbang saudara lainnya, dan saudara lainnya juga begitu menganggit telah berbuat banyak ini itu, sehingga dia merasa sudah cukup baktinya dan saatnya giliran yang lain.

Ini lah sudut pandang yang salah, yang seharusnya dihilangkan pada jiwa-jiwa anak, semua harus menyadari bahwa sesungguhnya semakin besar baktinya maka semakin besar pula kemuliaan yang diperolehnya.

Baca Juga: Lelah Bekerja Itu Biasa, Tetap Sabar dan Syukur, Insya Alloh Berkah

Terkadang sebagai anak lupa kepada orang tua, sibuk untuk mencari kebahagiaan sendiri, sehingga abai caranya membahagiakan orang tua. Maka itu ingatkah pada masa-masa kecil, dimana mereka memandikan kita, menyuapi makan, memeluk, mencium dengan penuh kasih sayang.

Orang tua selalu mengucapkan bahwa mereka sayang pada kita, penuh belai lembut yang menghangatkan. Maka sungguh sangat naif, bila kasih sayang mereka dibalas dengan sesuatu yang kita anggap dengan beban. Dan sungguh jika sudut pandang kita tetap demikian, sekuat apapun kita, sekaya apapun kita, setinggi apapun jabatan kita, maka itu tidak akan pernah mampu menjadikan seorang anak menjadi berbakti.

Tetapi apabila ini dijalani dengan kasih sayang dan dianggap sebagai anugrah yang besar maka meskipun kita lemah dan miskin, maka Insya Alloh kita akan sanggup mengabdi buat mereka. Kasih sayang dan anugrah itulah yang juga merupakan dasar pada yang ada pada setiap orang tua dalam menjaga, mengayomi, dan memampukan anak-anaknya. Karena mereka selalu menganggap kita adalah anugrah bukan beban, begitulah seharunya sebagai seorang anak. Orang tua adalah anugrah yang harus dijaga dan dimuliakan.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Berbakti Kepada Orang Tua, Mereka Adalah Anugrah Yang Harus Dimuliakan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel