Lelah Bekerja Itu Biasa, Tetap Sabar dan Syukur, Insya Alloh Berkah

lelah bekerja

Bekerja menjemput rezeki adalah mulia, bermalas-malasan itu bukan sikap muslim sejati. Menjadi orang-orang yang kuat dan mandiri adalah sikap yang sangat dicintai oleh tatanan kehidupan, karena dianggap mempunyai nilai karakter yang kuat. Perjuangan menjemput rezeki membutuhkan kesabaran yang luar biasa, sebab kesuksesan dalam pencapaian materi tidak ada yang bisa memastikan kecuali Dia Sang Maha Penentu, manusia hanyalah bisa berusaha terus-menerus sekuat tenaga, meskipun tubuh terkadang akan merasa lelah akibat bekerja keras.

Lelah bekerja adalah tantangan tersendiri yang harus dihadapi, putus asa, menyalahkan, kufur nikmat, dan sebagainya, adalah masalah keluh kesah yang selalu menghantui jiwa, seakan itu semua adalah kesalahan, padahal takaran sesungguhnya bukan terikat pada hasil.

Menjadi benar meski faham dengan aturan, bahwa apa yang dilakukan adalah yang utama dari hasil apa yang didapatkan. Namun karena tuntutan dunia yang selalu menggoda membuat pembenaran sendiri bahwa apapun harus dilakukan meski harus mengalahkan kefahaman tersebut. Itulah yang mendorong banyak orang berlaku dholim.

Baca Juga: Bersyukur! Bukan Hanya Karena Tercapainya Harapan

Sekali lagi harus difahami bahwa nilai utama ada pada perilaku kerjanya bukan hasil yang didapatkannya. Sebagaimana tuntunan "Dan katakanlah: Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan." (QS.At-Taubah: 105)

Dari tuntunan di atas dapat digaris bawahi, bahwa apa yang telah dikerjakan akan senantiasa diketahui Oleh Alloh, Rasul-Nya, dan orang-orang mukmin, ini adalah persaksian bahwa apa yang dikerjakan harusnya adalah perihal yang terbaik. Apalagi Alloh adalah Sang Maha Mengetahui dari apa-apa yang dikerjakan, baik yang sembunyi-sembunyi ataupun yang terang-terangan.

Selain itu kelak akan dipertanggung jawabkan dengan terlebih dahulu dibuka dan diperlihatkan tentang apa-apa yang telah dikerjakan. Dengan fakta-fakta tersebut tidak ada yang kuasa bagi manusia untuk mengingkarinya.

Kilau dunia memang menggoda, semua potensi jadi ambisi, tidak peduli batasan yang mana yang dilalui, itu semua hanya demi dunia yang bagaikan bangkai tidak berguna dan tidak bernilai. Tetapi semua manusia dihadapkan pada peluang yang sama, kecerdasan yang akan memutuskan peluang mana yang harus dikerjakan. Namun kita sering mendengar istilah “Jangankan yang halal, yang haram saja susah dapatnya,” istilah ini berkembang bukan tanpa dasar, itu semua karena terlalu lelah bekerja, namun hasil tidak sesuai dengan yang diharapkan. Perihal tersebut merupakan olah pikir bahwa tidak penting bagaimana kualitas hasil, tapi yang penting adalah kuantitas hasil yang didapat sesuai dengan hasrat ego yang ada pada jiwa keduniaan, yang ibarat bangkai itu.

Pada dasarnya tidak ada yang salah ketika harus bekerja keras hingga Lelah untuk mendapatkan apa yang diharpkan. Tapi alangkah mulianya jika lelah bekerja yang telah dilakukan juga mendapatkan keberkahan, dari itu dalam bekerja keras harusnya memperhatikan cara-cara yang benar.

Baca Juga: Kata Mereka Menuliskan Mimpi Adalah Langkah Awal Menuju Sukses

Ketika Lelah bekerja memperjuangkan nilai-nilai dengan terus bekerja keras mewujudkan harapan. Maka harus diyakini, inilah yang akan menebarkan manfaat bagi semua orang, mulai dari orang-orang sekitar hingga orang banyak. Akan tetapi apabila tetap dalam keegoisan bahwa apapun caranya demi mementingkan hasil yang banyak, maka sudah tentu itu akan mendholimi orang lain, dengan begitu Lelah bekerja yang dilakukan tidak akan pernah membawa kebaikan, justru akan membawa pada keburukan dan kehancuran.

Bekerja keras dan bersungguh-sungguh akan memberikan pengalaman yang hebat, dan pengalaman tersebut akan mampu menjadi pelajaran yang berharga, ketikan salah maka dapat diketahui dan mampu membawa kembali pada jalan yang benar. Dan ketika benar maka akan mampu meningkatkan nilai unggul dan membawa hasil dan kemenangan yang sempurna.

Mempertahankan itu semua butuh orang-orang yang tepat, oleh sebab itu maka jangan pernah menyerah untuk memberikan pemahaman kepada mereka. Sebab keberadaan mereka adalah alasan mengapa kita harus berjuang. Dengan sikap positif mereka dalam menilai apa yang telah kita hasilkan akan menjadi tenaga ketika posisi dibawah dan akan menjadi pelindung ketika dalam kejayaan.

Baca Juga: Hidup Tak Cukup Hanya Menerima Tantangan, Tapi Harus Menciptakannya!

Jadi apapun hasil kerja keras yang telah diupayakan patut disyukuri, namun tetap harus semangat meski lelah bekerja akan selalu datang menghampiri, maka untuk mengobati itu semua harus disuburkan dalam keyakinan akan pesan sang pembawa risalah, bahwa ketika bersungguh-sungguh mencari penghidupan yang halal maka dosa kita diampuni, Beliau bersabda, “Barang siapa kelelahan pada malam hari karena mencari penghidupan yang halal, terampunilah dosanya.” (HR. Ahmad dan Ibnu Asakir).

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Lelah Bekerja Itu Biasa, Tetap Sabar dan Syukur, Insya Alloh Berkah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel