Seminar Proposal Skripsi, Alhamdulillah Saya Sudah Melaluinya

seminar proposal skripsi


Tepat pada tanggal 01 Desember 2019, seminar proposal skripsi dilaksanakan di kampus. Satu hari sebelum mengikuti seminar proposal skripsi tersebut, rasa hati bercampur aduk, dag dig dug penuh dengan kecemasan, menerka-nerka apa nanti yang bakal dipertanyakan oleh dosen penguji.

Pikiran pun terganggu hingga susah memejamkan mata untuk beristirahat, selalu terpikir apakah besok mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh dosen penguji. Ah entahlah yang jelas semua itu menganggu ketenangan hidup. Sampai-sampai tawaran makan dari suami pun ditolak, selera makan ikut hilang, berasa tetap kenyang meski seharian belum makan.

Ketika malam hari sebelum hari seminar itu datang, karena gelisah terus melanda saya pun selalu bertanya pada suami tentang apa-apa yang bakal terjadi dalam seminar proposal skripsi esok. Ya, secara begitu ya, suami kan sudah pernah melalui tahapan tersebut, jadi wajar kalau saya terus-terusan bertanya. Jawaban suami pun standar yang tidak bisa memuaskan hasrat keingintahuan.

Baca Juga: Meraih Mimpi Cara Benar Wujudkan Impian Jadi Kenyataan

Tidak berhenti disitu saja karena hanya mendapatkan jawaban yang standar, akhirnya saya pun meminta doa saja pada suami, karena biar bagaimanapun dipaksa dia pasti tidak mau memberikan jawaban-jawaban yang panjang lebar tentang apa yang dipertanyakan. Begitulah suami dia terlihat cuek dengan harapan-harapan jawaban normatif, sepertinya dia menghendaki saya untuk bernalar pikir sendiri. “Mas besok doakan ya biar semuanya lancar, bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan dari penguji,” begitu pintaku. Suami pun mengiyakan sembari memberikan pencerahan jika semua adalah karya sendiri, maka akan dengan mudah menjawab apapun, dan dari sudut pandang manapun pertanyaan tersebut diajukan.

Hatipun sedikit tenang setelah mendapat pencerahan, dan akhirnya tertidur. Sebelum terlelap sempat perhatikan jam pada handphone, terlihat hampir pukul 2.30 dini hari. Ke esokan harinya seminar itupun datang tepatnya pada tanggal 01 Desember 2019, berangkat dari rumah jam 7.30 sampai dikampus jam 8.00 pagi. Sebelum memasuki ruang seminar bertemu teman-teman yang bernasib sama, akan mengikuti seminar proposal skripsi. Sepontan mulut berucap pada mereka “Ya Allah terasa panas dingin badan nih,” mereka pun membalas dengan tawa, namun jika diperhatikan dari wajah-wajah mereka, tawa tersebut tidak menghilangkan raut takut yang ada dalam dirinya. Ya, mereka sepertinya mengalami perasaan yang sama, yaitu perasaan tegang.

Saya pun terus berjalan menuju ruang seminar yang berada dilantai dua di Gedung jurusan ekonomi syariah, kembali bertemu dengan teman-teman mahasiswa. Mereka yang ini adalah rekan-rekan satu ruangan dan penguji yang sama dengan saya. Mereka masih berkumpul di depan ruangan, belum ada yang berani masuk ke ruangan seminar. Di situ kami saling berdiskusi, berbagi pemahaman, berbagi trik untuk menjawab pertanyaan nanti. Entah pengaruh apa kembali terucap olah saya, “kok tangan terasa  panas dingin ya?” Teman-teman pun sepontan menjawab “bukan kamu aja, tapi kita semua juga panas dingin.

Baca Juga: Bersyukur! Bukan Hanya Karena Tercapainya Harapan

Tawa pun pecah diantara obrolan, kami saling memberi semangat satu sama lain. Insya Allah pasti bisa, walaupun nanti ngak sempurna masih ada kekurangannya, tidak masalah. Begitulah suami selalu mewanti-wanti, agak tidak menganggap diri atau karya yang dibuat itu benar, sehingga akan mampu menghilangkan ego saat berhadapan dengan penguji. Sebab pandangan orang itu kadang berbeda-beda karena sudut pandangnya.

Tetapi meskipun bersikap demikian tetap harus ada alasan tentang proposal skripsi yang dibuat, oleh sebab itu dalam seminar proposal skripsi harus mampu mengutarakan ide skripsi secara jelas kepada penguji. Dan juga menyampaikan apa yang sudah diteliti orang lain dan yang belum diteliti. Pada dasarnya dosen perlu tahu kita mau neliti apa, dan siap atau tidak kalian melakukannya penelitian tersebut. Intinya adalah agar pembuatan skripsi nanti lancar.

Waktu menunggu lumayan lama juga, saya nomor 8 dari 11 peserta seminar proposal skripsi, sambil menunggu waktu luang saya pergunakan untuk kembali membaca dan memahami isi proposal skripsi, sambil menunggu giliran.

Beberapa jam kemudian giliran saya pun tiba, dosen penguji memanggil, saya pun langsung berdiri dan melangkahkan kaki kedepan dengan mantap. “Ya Allah, bismillah…” desisku sambil duduk setelah dipersilahkan.

Dosen pengujia langsung melontarkan pertanyaan. “Sudah siap?”

“Insya Alloh,” jawab saya penuh percaya diri.

Tanpa panjang lebar dosen penguji pun langsung melontarkan pertanyaan “coba anda presentasikan isi proposal penelitian anda dalam waktu 15 menit?” Ya 15 menit adalah waktu yang cukup lama jika kita tidak tau apa yang mau dibicarakan.

Baca Juga: Hidup Tak Cukup Hanya Menerima Tantangan, Tapi Harus Menciptakannya!

Setelah selesai saya memaparkan, kembali pertanyaan berkali-kali terlontar, hingga pada pertanyaan “apa teknik pengumpulan data yang anda gunakan?” Seingat saya ini adalah pertanyaan terakhir yang diajukan kepada saya. Semua pertanyaan saya terjawab sesuai dengan ide proposal skripsi yang saya buat. Meskipun banyak sekali perbaikan-perbaikan dari isi, teknik penulisan, dan nasehat-nasehat kiat sukses dalam menyelesaikan skripsinya kedepan.

Ya memang seperti itu sejatinya seminar proposal skripsi, adalah proses dialog antara mahasiswa dan dosen guna memastikan kedepan dapat menyelesaikan skripsi yang telah diajukan untuk diteliti.

Pada akhirnya saya keluar dari ruang seminar proposal skripsi, dengan ucapan terimakasih pada dosen penguji. Ada hal terpenting yang saya ambil pelajaran dari pengalaman ini adalah ketika dengan sungguh-sungguh menuangkan ide gagasan dalam bentuk tulisan, maka meskipun sebodoh-bodohnya, kalau tulisan itu adalah buatan sendiri dari nol, pasti bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan dari penguji, walaupun itu terbata bata. Salam Sukses…

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Seminar Proposal Skripsi, Alhamdulillah Saya Sudah Melaluinya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel