Dalam Kerinduan, Doa Aku Panjatkan Untuk Keabadian Cintaku Pada Kalian Yang Tersayang

Dalam Kerinduan, Doa Aku Panjatkan Untuk Keabadian Cintaku Pada Kalian Yang Tersayang

Hidup adalah perjalanan dari segala hal, berpetualang ke mana-mana, mencari sesuatu yang diinginkan, yah seperti itulah. Tetapi sesungguhnya dengan perjalannya itu ada cerita yang akan dikenang dan dijadikan pelajaran disetiap langkah kehidupan nantinya.

Sukses butuh sebuah pengorbanan, perjuangan, meski harus melawan rindu dalam diri. Selalu berkecamuk, merasa bersalah terhadap anak dan suami. Demi harus melanjutkan perjuangan menuntut ilmu, semuanya dilakukan sebagai bekal membina keluarga bahagia sekarang dan masa depan kelak di akhirat.

Rindu tawanya, rindu candanya, rindu tangisnya, serta rindu melayaninya. Rindu teriaknya mamak beli, beli es klim, beli dombon, beli tue, mamak mau do dot, dan teriakan-teriakan yang membuat hati ngedumel, namun jika tak terdengar sungguh membuat rindu yang aman sangat.

Sebagai seorang istri ternyata amat sangat menyenangkan bisa merewat anak, mendidik anak, dipagi mengantarnya mengaji, melayani suami, di depan pintu melepas kepergiannya untuk berangkat kerja, ketika berjauhan semua itu tidak bisa dilakukan, yang ada hanyalah kerinduan.

Perjuangan hidup penuh dengan teka-teki, tidak tahu ke depan seperti apa. Sebagai manusia hanya mampu merencanakannya dan sebisa mungkin berupaya untuk mengerjakan rencan tersebut, namun  pada hakekatnya Allah-lah yang akan menentukan segalanya.

Baca Juga: Bukti Harapan Orang Tua Kepada Anaknya Adalah Dengan Cara Mendidik Anak Sebaik Mungkin

Dulu ketika akan lanjut studi ke jenjang kuliah berharap bisa menyelesaikannya, setelah itu bekerja dan barulah memikirkan kehidupan berkeluarga. Tetapi menginjak semester 3 (tiga) garis nasib berkata lain. Di awal-awal kuliah sudah dipertemukan oleh sosok lelaki yang siap mempersatukan keluarga dan direstui oleh kedua keluarga besar kami.

Kerinduan Akan Menepis Prasangka


Saya berterima kasih dengan mereka, suami dan kedua keluarga besar kami, meskipun saya telah menjadi seorang istri, saya tetap diberikan kesempatan untuk melanjutkan studi, kata suami dia tetap siap mendukung moril dan materil jika saya mau lanjut ke jenjang pasca sarjana dan bahkan selanjutnya. Entahlah kedepan seperti apa, baru 2 (dua) pekan tak bertemu anak saja suda rindu berat.

Jadi kalau sudah begitu bagaimana selanjutnya, pasti akan sulit bagi saya untuk menjalaninya. Tetapi apapun kedepan, jika kerinduan mendatangi. Maka saya akan menghaturkannya dalam doa untuk keabadian cintaku pada mereka yang tersayang.

Mungkin kalian sebagai istri yang juga sedang dalam pendidikan atau karir pekerjaan pasti akan mengalami hal yang sama ketika memiliki anak balita. Dia akan dibawa kesana kemari atau ditinggalkan, pastinya kalian akan memiliki banyak cerita dan kerinduan. Namun cerita dan kerinduan itu akan menjadi pengalaman yang penuh pelajaran yang bakalan diceritakan ketika kelak saat mereka dewasa.

Baca Juga: Istri Adalah Motivasi Kerja Suami, Jagalah Sikap Ini Agar Suami Tetap Semangat

Kita meski kuat mengadapi semua bentuk pelemahan yang datang pada kita, sebab terkadang apa yang kita lakukan dan kita anggap baik belum tentu orang melihatnya demikian. Itulah yang bisa melemahkan kita. Seperti itulah keadaan realitanya, jangan sampai terpancing sehingga benar-benar kita akan melemah dengan cita-cita masa depan kita.

Ingat lah selalu mereka yang memberi support dan memotivasi kita, selalu ikhlas saat harus berjauhan menahan kerinduan, orang yang selalu memberikan semangat untuk menyelesaikan pendidikan dan karir kita. Walaupun terkadang semua itu tidak terucap, tetapi dapat nampak jelas pada perilakunya.

Cukup dijadikan intropeksi diri dari tanya dan rasa keingintahuan serta pendapat-pendapat melemahkan mereka atas kita. Begitulah mereka padahal sebenarnya mereka tidak tahu apa yang kita lakukan, kita kerjakan dan demi apa semua itu. Kenapa kita terus mencari ilmu? Kenapa kita jarang di rumah? Kenapa anak dititipkan? Kenapa suami sering ditinggal?

Semua perkataan seperti itu anggap saja sebagai hiasan hidup yang mempercantik lika-liku hidup ini. Nikmati saja itu semua adalah keindahan. Semua orang mempunyai prinsip yang berbeda tujuan hidup yang berbeda. Terpenting adalah orang-orang dekat kita suami, orang tua, dan keluarga selalu menyemangati kita.

Kerinduan Dalam Doa


Buat anak dan suami, maafkanlah aku, saat ini aku tidak bisa merawat dan menyiapkan semua keperluan kalian. Dan aku tau kalian juga pasti tersiksa karena rindu, aku berharap kalian membawa kerinduan ini dalam doa, sebagaimana aku. Doa untuk keabadian cinta kita...

Suamiku berilah ridholmu di setiap langkah kakiku ini, agar semua yang aku lakukan mendapatkan berkah dan pahala yang besar. Doakanlah juga agar semua ini berjalan dengan mudah dan sesuai apa yang kita harapkan.

Baca Juga: Berbakti Kepada Orang Tua, Mereka Adalah Anugrah Yang Harus Dimuliakan

Buat kalian keluarga dan saudaraku, lapangkanlah maafmu buatku. Aku sadar bahwa aku telah banyak memberikan beban kesibukan dan beban pikir. Itu semua hanya untuk melancarkan semua urusan dan harapanku.

Buat buah hatiku, ingatlah ini semua. Ketika mamakmu mengajarimu mungkin sedikit keras, mungkin sedikit memaksa, semua itu tidak ada niat untuk menyiksa dan menyakitimu, tapi untuk kebaikan dan masa depanmu, itu semua seperti apa yang telah mamakmu lakukan. Contohlah semangat mamakmu ini.

Dalam sujud, dalam tidur, dalam doa, selau aku siratkan tersirat nama kalian. Agar kalian selalu sabar dan ikhlas. Memang betul tersiksa dengan rindu, dan rindu sangat menyakitkan tapi kita harus selalu kuat dan semangat.

Ya Allah berikan kami semuanya berkah dan ridho-Mu. Aamiin...

Berlangganan update artikel terbaru via email:

4 Komentar untuk "Dalam Kerinduan, Doa Aku Panjatkan Untuk Keabadian Cintaku Pada Kalian Yang Tersayang"

  1. Amiiin, semoga saja beban kesibukan dan beban pikir mbak bisa segera hilang ya mbak, tetap semangat, Allah bersama orang yang sabar.😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insya Alloh akan selalu sabar, terima kasih mbak...

      Hapus
  2. ih aku sedih bacanya :( semoga mbak dan keluarga selalu dalam lindungan Allah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aminn..
      Semoga mba nya juga diberikan kelancaran dan perlindungan oleh Allah..

      Hapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel