Kesadaran Kelompok, Adalah Bagian Dari Manfaat Kuliah Kerja Lapangan

Saat masa-masa akhir studi di suatu perguruan tinggi atau kuliah, mahasiswa terlebih dahulu harus diterjunkan langsung pengabdian masyarakat dalam bentuk Kuliah Kerja Lapangan (KKL) atau populer dengan istilah Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Kelompok 4 KKL STAI Sangatta di Desa Nehas Liah Bing
Kecamatan Muara Wahau Tahun 2020
Mahasiswa akan dibuat berkelompok-kelompok. Agar pelaksanaan Kuliah Kerja Lapangan sukses, maka mahasiswa yang ada di dalam kelompok-kelompok tersebut harus mampu bekerja sama, menjalin persaudaraan yang erat, yang terkadang bukan teman, bukan sahabat, apalagi saudara. Tetapi ketika kerukunan dan kebersamaan terbentuk dalam suatu kelompok, dimana setiap otak itu berbeda tapi bisa menjadi satu berbentuk kekompakan, itu adalah hal yang luar biasa.

Kekompakan tersebut adalah buah hasil dari kesadaran kelompok, hal tersebut juga merupakan manfaat Kuliah Kerja Lapangan sesungguhnya, yang akan dibawa dalam kehidupan bermasyarakat.

Baca Juga: Cara Benar Wujudkan Impian Jadi Kenyataan

Memang betul manfaat Kuliah Kerja Lapangan diantaranya adalah:

  1. Pertama, meningkatnya wawasan mahasiswa dalam dunia kerja sesuai bidang ilmu. 
  2. Kedua memberikan gambaran kepada mahasiswa tentang hubungan antara teori dan penerapanya serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. 
  3. Ketiga memberikan bekal dan pengenalan kepada mahasiswa tentang dunia kerja yang sesuai dengan bidang ilmu.
Menurut hemat saya ketiga hal tersebut adalah merupakan Kecerdasan Intelektual, sedangkan manfaat yang penting yang kurang disadari dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Lapangan adalah bahwa sesungguhnya dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Lapangan juga merupakan sarana bagi mahasiswa untuk belajar dan melatih Kecerdasan Emosional. Menurut penelitian banyak orang yang sukses adalah karena mereka cerdas secara intelektual dan juga secara emosional.

Begitulah yang saya rasakan saat Kuliah Kerja Lapangan, berada dalam suatu kelompok dengan pribadi yang berbeda, pemikiran, hasrat hati dan perasaan, dari usia ada yang tua, ada juga yang muda, semua menjadi satu dalam tujuan yang sama yaitu melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan dengan sukses hingga akhir masa yang telah ditentukan kampus.

Sebab perbedaan-perbedaan itulah, pengendalian emosional sangat dibutuhkan, bagaimana tidak? Akan ada ke egoisan yang muncul, ingin menuruti keinginannya sendiri, ingin menang sendiri, yah itulah persaingan emosional. 

Tetapi itu semua tidak penting, jadi yang terpenting adalah bagaimana kita mengatasi hal tersebut ketika muncul dalam sebuah kelompok, agar kelompok tetap selalu terjaga persatuan, kekompakan, kerukunan, dan persaudaraannya, biar tidak lebur dan hancur karena ke egoisan?

Pertama, menjadilah pribadi yang bisa menghargai pendapat orang lain, ketika telah dimusyawarahkah dan disepakati, maka kerjakan dengan bersemangat, meski ide itu bukan dari kita.

Kedua, jadilah pribadi yang pandai menjaga lisan, dalam arti gosip, merendahkan, mencemooh, bahkan menghina.

Ketiga, jadilah pribadi yang mampu membaca sifat seseorang, pekalah dalam melihat gerak-gerik sifat seseorang dan berkomunikasilah dengannya dari hati ke hati.

Baca Juga: Kata Mereka Menuliskan Mimpi Adalah Langkah Awal Menuju Sukses

Setidaknya dengan memahami ketiga hal tersebut maka sifat keegoisan kita dapat kita kendalikan, sehingga kita mampu menghindari konflik yang terjadi akbiat suatu keadaan yang tidak bisa dipahami secara bersama-sama, yag ada pada setiap pikiran individu.

Karena memang kegagalan dalam mengendalikan emosi, selanjutnya kita akan susah menyatukan setiap otak yang berbeda tersebut. Ketika terjadi dua insan yang sudah berseteru saja kita pasti akan kesulitan menyatukan pikiran mereka, pendapat mereka akan selalu bertentangan, ini terjadi diantara dua orang saja sudah begitu, nah bagaimana kalau itu terjadi pada kelompok yang terdiri dari banyak orang yang berbeda.

Ketika akan terjun Kuliah Kerja Lapangan saya merasakan perasaan takut yang membayangi, kami akan dipertemukan dengan orang-orang yang bukan teman dekat, bukan sahabat, apalagi saudara tersebut. Tidak pernah mengenal satu sama lain, jadi tidak bisa membayangkan ketika harus disatukan dalam wadah yang sama, kemudian harus mengerjakan pekerjaan bersama-sama. Demikian dalam hati bertanya-tanya harus apa dan bagaimana? Apakah nanti mampu saling memahami dalam perbedaan yang akan terjadi?

Perasaan-perasaan takut itulah akhirnya muncul insting-insting yang mengajarkan saya, inilah waktunya melatih emosi, memang seperti itu adalah suatu hal yang sulit, tapi jika terus dilatih akan menjadi biasa. Dengan belajar menahan diri, dari segala hal yang bisa membuat orang lain merasa tidak nyaman dengan kita, maka dengan begitu semua pasti bisa teratasi dengan baik.

Selain itu, kita sebagai manusia pasti ada saja lupa dan luputnya, pasti ada saja salahnya, dalam ucapan maupun perbuatan, yang mungkin tidak disengaja atau disadari. Berkaca dari diri sendiri seperti itu akan muda beranggitan bahwa orang lain juga pasti mengalami hal yang sama dengan apa yang kita rasakan.

Kita juga harus sadar bahwa setiap individu itu unik dan memiliki kelebihannya masing-masing. Maka itu bersosialisasilah terhadap lingkungan baru, sabar dengan proses sedikit demi sedikit untuk mendapat hasilnya. Maka sedikit demi sedikit itu kita akan mulai mengenal keunikan-keunikan yang dimiliki oleh masing-masing individu yang ada. Karena memang setiap manusia dalam menganggap suatu keberhasilan perlu yang namanya proses tidak bisa langsung instant mendapatkannya

Begitu pula mengenal satu sama lain. Perlu yang namanya proses, agar saling mengenal dengan baik. Tetapi begitulah hidup kita harus bisa berdampingan dengan orang lain. Karena memang pada dasarnya hidup itu saling membutuhkan satu sama lain, tidak bisa kita hidup tanpa orang lain di dunia ini.

Tapi memang terkadang akan ditemui dalam kelompok ada sosok yang seolah-olah tau segalanya -sok pintar begitu bahasanya-. Dan parahnya biasanya orang pintar itu malah egoisnya tinggi, alias tidak bisa mengontrol diri, merasa dia paling pintar, merasa dirinya paling bisa, maka orang lain dikalahkan semua.

Karena apa? Karena menurut egonya, pendapatnyalah yang paling baik, yang paling tepat, sehingga sampai lupa diri dan tidak mau menerima pendapat temannya yang lain. Hal yang seperti itu jangan sampai terjadi di dalam sebuah kelompok karena hal yang seperti ini yang bisa merusak kekompakannya.

Baca Juga: Lelah Bekerja Itu Biasa, Tetap Sabar dan Syukur, Insya Alloh Berkah

Sabar dan ikhlas jalani semuanya dengan semangat, tidak usah terbebani jika ditemukan orang-orang semacam itu, dibawa santai saja, itulah memang karakternya yang unik, anggap saja seperti itu. Sehingga suasana akan tetap cair, yang tua dan muda menjadi satu, bersemangat dalam sentuhan cinta dan kasih sayang.

Hubungan ini tidak hanya dengan Allah saja, tetapi bagaimana pun juga kita akan hidup dan berhubungan dengan manusia lainnya. Hubungan dengan Alloh mudah saja, karena Alloh penuh kasih dan sayang, serta maha penerima taubat. Nah sedang manusia, penuh dengan emosi dan kebencian, karena nafsu.

Setidaknya dengan kuliah kerja lapangan yang meskipun hanya sebentar ini mampu menjadikan mahasiswa lebih dewasa, menjadikan orang yang pandai mengerti orang lain. Dalam hidup ini, apalagi dalam sebuah kelompok bukan kita saja yang ingin dimengerti tetapi orang lain juga ingin dimengerti.

Hubungan dengan manusia menjadi baik jika diantara manusia tersebut saling mengerti dan mengenal, seperti itu kata pepatah santar terdengar "Tak Kenal, Maka Tak Sayang". Maka inilah waktunya belajar mengenali diri, dan meningkatkan kemampuan untuk mengenali orang lain, agar kehidupan dan hubungan dengan orang lain menjadi harmonis dan indah.

Bergurau dalam canda, berbagi duka maupun suka, menghilangkan pembatas derama nafsu yang ke akuan dengan saling menghargai menghormati dan bekerja sama dalam hal apapun untuk keberhasilan bersama. Salam Mahasiswa KKL...

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Kesadaran Kelompok, Adalah Bagian Dari Manfaat Kuliah Kerja Lapangan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel