Cara Mendidik Anak Ala Ibu Muda Yang Belum Berpengalaman

Cara Mendidik Anak Ala Ibu Muda Yang Belum Berpengalaman


Cara mendidik anak yang tepat adalah penting agar anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dan membanggakan, utamanya adalah untuk orang tuannya.

Cara Mendidik Anak Mulailah Dari Kesehatannya

Perkembangan buah hati dari hari ke hari adalah momen-momen yang paling menyenangkan kedua orang tuanya. Tumbuh dan berkembang menjadi anak yang cerdas dan pandai adalah dambaan. Sebagai orang tua, terutama ibu pasti sangat memperhatikan setiap perubahan kecil dari perkembangan anak. Apakah anak sudah berkembang sesuai usianya dengan tindakan stimulus yang telah orang tua lakukan?

Usia 3 (tiga) bulan dia harus bisa apa? Usia 6 (enam) bulan dia harus sudah bisa apa? begitu seterusnya. Tapi perlu orang tua sadari pula bahwa setiap anak itu tahap perkembangannya berbeda-beda. Misalnya saja ada anak yang mampu berjalan di usia 9 (sembilan) bulan, tapi ada pula anak di usia 1 (satu) tahun baru bisa berjalan. Inilah salah satu contohnya bahwa setiap perkembangan anak itu pasti berbeda-beda. Jadi tepat jika terobsesi dengan membanding-bandingkan perkembangan anak.

Meskipun berbeda-beda tahap perkembangannya harus juga diketahui standar minimal kemampuan yang harus diketahui oleh orang tua, misalnya kalau anak di usia 1 (satu) tahun belum bisa berdiri atau bahkan di usia dua tahun dia belum mampu berjalan, maka perlu kita membawa si-anak ke dokter spesialis anak untuk mengecek kesehatan si anak tersebut. Begitu juga dengan kemampuan-kemampuan minimal dari perkembangan anak yang lainnya.

Sebagai ibu yang setiap harinya bersama anak dan ibu jugalah yang mengatur apa yang dikonsumsinya. Sehingga ibu akan sangat mengkhawatirkan tentang kondisi perkembangan anak dan akan berusaha melakukan tindakan yang kiranya bermanfaat untuk mengatasi masalah tersebut. Berbeda dengan ayahnya kurang maksimal memperhatikan apa saja yang dibutuhkan anak.

Jadi untuk menunjang perkembangan anak perlu adanya asupan-asupan yang sehat. Kebutuhan itu sudah harus dimulai sejak dalam kandungan. Ibu harus makan-makanan yang sehat, seperti harus makan sayuran hijau, makan buah-buahan, makan ikan, makan telur, dan minum-minuman sehat. Agar si jabang bayi sehat, berkembang dengan sempurna, dan cerdas sejak di dalam kandungan.

Baca Juga: 3 Tips Agar Anak Balita Mau Mengaji - Mengajari Anak Balita Mengaji - Mengaji Sejak Dini - Balita Belajar Mengaji

Setelah tetap harus dijaga asupan makananya, agar anak tumbuh berkembang dengan normal. Saat usia 0 - 24 bulan ibu memberikan asi karna asi adalah asupan yang paling baik, begitu menurut para ahli. Lalu ketika anak usia enam bulan mulailah diberikan makanan sampingan atau menu mpasi. Nah disinilah saatnya sang ibu sedikit berpikir keras untuk mengatur menu-menu yang sehat untuk sang anak.

Mendidik Anak Sesuaikan Dengan Karakternya

Setelah kita perhatikan kesehatan anak maka hal yang paling penting selanjutnya adalah psikologi dan kemampuan anak (pengetahun), orang tua punya peran utama dalam membangunnya, karena anak sehat lahir batin dan cerdas adalah tergantung dari perilaku orang tua baik sikap maupun ucapannya. Sehat dan cerdas tidak ada artinya ketika psikologinya terganggu, itu akan merusak mental dan juga pikirannya.

Sebetulnya seperti apapun meskipun kita adalah orang tua adalah tidak adil jika selalu menyalahkan anak, sesungguhnya tidak anak saja yang banyak salah ke orang tua, tetapi orang tua juga banyak salah ke anak. Mungkin hal yang tidak kita sadari, memarahinya, kadang kita melarangnya, membentak, atau menasehatinya dengan membanding bandingkan dengan orang lain, hal ini adalah kesalahan orang tua ke anak.

Mendidik anak dengan cara emosional seperti itu, mungkin anak akan menjadi pemberontak, egois, dan bisa jadi anak nantinya akan tumbuh menjadi anak yang pemarah. Maka berkata dan berucap yang halus terhadap anak, didiklah anak dengan lemah lembut dan menyampingkan keinginan kita sendiri. Karna anak adalah murid kita, apa yang diajarkan oleh gurunya itulah yang ditirunya.

Baca Juga: Bukti Harapan Orang Tua Kepada Anaknya Adalah Dengan Cara Mendidik Anak Sebaik Mungkin

Memang berat mendidik anak seperti apa yang saya alami, anak perempuan saya yang baru berusia 2 (dua) tahun 6 (enam) bulan. Dia termasuk anak yang aktif, banyak ocehannya, sana-sini dan pokoknya ada saja yang dibuatnya.

Saya sangat bersyukur sekali Alhamdulillah, anak mulai dari lahir sehat dan sempurna tanpa kekurangan satu apapun. Saat usia 6 (enam) enam bulan atau sudah waktunya mpasi, alhamdulillah nafsu makan yang bagus, suka makan sayur dan buah-buahan, terkecuali hati ayam dan jus alpukat dia tidak suka sampai sekarang di usia 2 (dua) tahun lebih.

Anak Balita Akan Terobsesi Pada Yang Disenanginya

Nah bagaimana juga mendidik anak yang masih balita memiliki tantangannya masing-masing. Dimana kebanyakan dari anak-anak itu sibuk sendiri dengan mainannya atau apa yang dia senangi, dan sebagainya. Ketia hatinya telah condong kepada sesuatu maka itulah yang dia lakukan kita sebagai orang tua harus ekstra hati-hati dalam mendidik agar dia tidak merasa bosan dengan apa yang kita ajarkan.

Sebagai orang tua kita bisa memaksanya, namun memaksa anak agar bisa sesuai dengan keinginan kita bukanlah cara yang baik. Karna otak anak bukan terbuat dari mesin, kita harus bisa memperhatikan kesukaan anak itu seperti apa, dan melihat dengan teliti potensi bakat bakat yang ada pada anak mulai sedini mungkin sejak dia balita. Jadi kita bisa mengajarkannya atau mendidiknya sesuai kemampuannya dan bakatnya.

Melihat anak sendiri yang suka bernyanyi apalagi nyanyi shalawat, kalau dia mendegar lantunan shalawat yang tadinya bermain langsung duduk mendengarnya. Jadi saya berpikir “oh anak ini kalau diajarin berhitung, hapalan-hapalan doa harian dan lain sebagainya, kayaknya bagus sambil diajak bernyanyi,” seperti itu pikir saya karena ini adalah salah satu hobinya yang sekiranya tidak membosankan baginya.

Baca Juga: Berbakti Kepada Orang Tua, Mereka Adalah Anugrah Yang Harus Dimuliakan

Maka saya terus mencoba dengan cara tersebut setiap saya mengajarinya, menggunakan metode bernyanyi, alhamdulillah ternyata benar anak cepat bisa dan tidak bosan. Jadi disinilah saya harus pede, meskipun kata suami, kata adik, kakak, kata ipar semua mengatakan bahwa suara saya jelek, hehehe.

Begitulah cara saya mengajari anak agar dia tidak merasa terpaksa dan dipaksa. Mungkin di sana ada bunda-bunda yang juga memiliki anak balita sama seperti anak saya. Beruntung punya bakat yang sesuai dengan balitanya jadi lebih mudah dan menyenangkan saat mengajari sang buah hati. Tapi kalau kasusnya sama seperti saya, yang penting terus belajar dan percaya diri aja untuk melakukan hal-hal yang dibutuhkan anak.

Sebagai orang tua kita harus bisa memahami keinginan dan kemampuan anak. Sampingkanlah rasa egois, jangan hanya mengedepankan keinginan kita saja, anak harus jadi ini, anak harus bisa seperti ini dan seperti itu. Karana apa yang diinginkan orang tua belum tentu yang diinginkan anak.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Cara Mendidik Anak Ala Ibu Muda Yang Belum Berpengalaman"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel