Perjuangan Ibu Hamil Itu Berat, Jangan Sampai Tersia-siakan


Perjuangan Ibu Hamil Itu Berat, pengaruh bawaan hormon hamil yang menguasai menjadikan tubuh dan perasaan jadi aneh-aneh, belum lagi beban berat yang ada dalam perut semakin hari semakin berat, ditambah lagi kondisi tubuh yang semakin hari juga semakin lemah.

Tetapi jika dipikir dalam-dalam sesungguhnya hamil itu merupakan sebuah rahmat yang luar biasa besarnya yang sangat dinanti-nanti oleh pasangan suami-istri. Alhamdulillah saat ini saya diberikan lagi kesempatan yang kedua untuk hamil. Sementara di luaran sana, ada sosok-sosok istri yang penuh harap bertahun-tahun lamanya bahkan seumur hidupnya menanti datangnya kehidupan di dalam rahimnya itu, namun apalah daya sudah usaha sana-sini, minum ini-itu, namun yang dinantinya tidak kunjung-kunjung datang.

Ada juga sih, meskipun perubahan hormon yang terjadi pada wanita hamil, itu tidak membawa pengaruh pada beberapa orang wanita, tetapi kebanyakan dan sebagian besar wanita hamil akan mengalami hari-harinya yang berat, apalagi di masa awal kehamilan. Seperti halnya kesehatan mereka yang menurun, mengalami mual-mual, muntah, tidak bisa makan atau minum air mineral, tidak bisa mencium aroma-aroma masakan atau apapun itu, pengen makan kecut-kecut, dan lain-lain, begitulah perasaannya dan itu sangat sensitif sekali.

Sebenarnya masa-masa seperti itulah peran suami sangat dibutuhkan oleh seorang istri, dukungan dan bantuan suami bisa menjadikan semangat yang sangat berarti bagi seorang istri dalam menghadapi kondisi anomali tubuh yang menyiksanya itu. Karena badan yang lemah tidak bisa berbuat apa-apa, mau makan, mau minum, ataupun mau baring-baring saja serba salah, jadi dia berharap sosok suamilah yang membantunya.

Baca Juga: Istri Adalah Motivasi Kerja Suami, Jagalah Sikap Ini Agar Suami Tetap Semangat

Eits, tunggu dulu ya. Sebaik apapun suami dia bukanlah malaikat yang serba sempurna dalam pelayanan. Mereka adalah manusia, jadi mereka terlebih dahulu harus diberikan pemahaman tentang persoalan ini.

Ingatlah ya para suami, yang ada di rahim istrimu adalah darah dagingmu, dia rela menahan semua sakit demi untuk membahagiakan semua orang dalam keluarga besarmu, dan keluarga besarnya, dia menjaga darah dagingmu dengan baik di dalam kandungannya, jangan pernah terganggu dengan keluh kesahnya kepadamu, kuatkan dia agar perjuangan menjadi ibu hamil yang berat itu tidak menjadi sia-sia disisi Tuhanmu, serta mendapat keridhoan dengan apa yang telah dialaminya itu.

Tetapi entah mengapa ketika dinyatakan hamil, semisal 2 atau 3 bulan baru ketahuan bahwa kita hamil, nah baru disitulah perasaan anomali itu datang pada kita, seperti itu yang saya rasakan. Sehingga seolah-olah itu bagaikan drama korea yang bikin enek suami kita. "Jadi 2 atau 3 bulan sebelumnya kemana aja, begitu tau hamil eh langsung jadi cerewet, jadi sering sakit, minta ini-itu, gak mau yang ini lah, gak mau yang itu lah, dan muncul perilaku-perilaku yang menjengkelkan lainnya", begitu mungkin pikir mereka.

Selain itu meskipun muak dengan fenomena yang seolah adalah drama korea itu, para suami harusnya objektif dalam melihatnya, jangan dengan tega abai atau bahkan merespon dengan sinis dan kemarahan, karena tingkah laku istrimu yang tidak masuk akal tersebut, padahal yang dikandungnya adalah darah dagingmu. Jadi berempatilah mendampinginya dengan penuh kasih sayang, jagalah dia di masa kehamilannya, agar perjuangannya tidak sia-sia dengan hilangnya pahala di setiap energi yang dia keluarkan karena beban kehamilan tersebut, akibat keluhan kesahnya.

Tahukah engkau para suami? Tentang banyak hal yang dirasakan istrimu? Yang pasti ibu hamil itu perutnya akan terasa begah, sebagaimana kalau kalian makan kekenyangan, susah untuk bergerak bukan? Sedangkan hamil lebih dari pada itu dia lebih besar dan berat, belum lagi merasa kurang enak, kadang dia tiba-tiba demam, tidur malam tidak nyenyak semuanya serba salah. Tapi yang perlu kalian tau dia sangat bahagia sekali, sangat senang menjalaninya, rela merasakan sakit, dia menjalani semuanya dengan ikhlas. Ini adalah salah satu cara seorang istri membahagiakan suaminya dengan memberikan keturunan.

Baca Juga: Fenomena Poligami, Perlukah Hidayah Atau Cukup Dengan Logika

Jadi maafkanlah, jika istrimu berperilaku seperti itu, pahamilah dia, mengertilah dia, jangan karena dia begitu engkau sakit hati padanya, mungkin benci padanya. Buatlah istrimu senyaman mungkin saat kehamilannya. Jangan membuatnya sedih, jangan membuatnya kecewa, jangan membuatnya marah. Karena semua itu akan berdampak pada kesehatan mental dan fisik darah dagingmu yang sedang dikandungnya.

Apabila psikologis seorang ibu terganggu maka si jabang bayi yang ada di dalam rahimnya juga akan terganggu. Sebab mereka berdua dalam satu tali sari yang saling berhubungan. Jadi apapun yang dialami oleh ibunya baik psikis maupun fisik akan berdampak sekali pada calon bayi. Misalkan kalau ibunya merasakan kesedihan maka si bayi yang di dalam kangdungan juga ikut merasakannya. Betapa luar biasanya ikatan batin ibu dan anak itu, jadi kalian sebagai calon ayah jangan memandang istri saja tapi pandanglah juga darah dagingmu yang ada di dalam rahimnya.

Jadi suka tidak suka berilah dia semangat untuk berjuang, kondisi yang akan selalu bertambah lemah, tetapi dia akan menghadapi pertaruhan hidup dan mati saat akan melahirkan anak yang dikandungnya, kondisi ini oleh pepatah diibaratkan dengan kaki sebelah kanan berada di dunia sedang kaki kirinya berada di akhirat. Ini adalah pengibaratan bahwa seorang istri yang melahirkan separuh nyawanya dia pertaruhkan untuk kelahiran anaknya, begitu beratnya resiko melahirkan.

Bagi kalian wahai para suami yang tidak percaya dengan mitos-mitos anomali yang dihadapi oleh seorang istri yang sedang hamil jangan lah dengan mudah melontarkan kata-kata pada istrinya, bahwa apa yang dirasakan istrinya semuanya adalah dusta.

Istrinya mual muntah dibilang akting. Setiap wanita hamil masing-masing bawaannya, ada yang begini ada yang begitu jadi jangan engkau samakan istrimu dengan istri tetanggamu. “Kok kamu begitu banget hamilnya terlalu berlebihan, coba kamu lihat Si A, Si B, Si C, mereka semua hamilnya enak aja, biasa aja, sehat-sehat aja.”

Wahai para suami adakah orang yang ingin merasakan sakit, adakah orang yang ingin mual muntah, tidak ada, semuanya itu enak. Seandainya saja semua itu bisa engkau rasakan pasti engkau tidak tega, dan tidak mampu melontarkan kata-kata seperti itu.

Sekali lagi janganlah seperti itu saling bekerjasamalah dalam merawat si cabang bayimu, sejak dari kandungan, dengan kondisi seperti itu coba dibawa santai dan dan dibawa enjoy saat masa kehamilan, meski kami tau mungkin kalian enek dengan situasi macam ini.

Jangan sampai sikapmu terhadapnya, melemahkan tingkat keikhlasannya. Sehingga akan berakibat pada hilangnya pahala besar yang seharusnya dia peroleh, dari pesakitan yang dialaminya. Karena hal itu keberuntungan yang dikaruniakan Alloh kepadanya, jangan sampai tersia-siakan. Sebagaimana karunia itu sangat dinantikan oleh wanita lain yang tidak seberuntungnya, bertahun-tahun bahkan seumur hidupnya menunggu, namun tidak seberuntung istrimu. Jadi, bantulah dia memperoleh pahala besar di masa-masa sulitnya.

Baca Juga: Cara Bisnis Ibu Rumah Tangga Agar Bisa Meraih Sukses

Pasti, kesalahan pasti ada, jadi maafkanlah istrimu ini yang selalu membuat kesalahan, membuatmu kerepotan, tapi pada dasarnya tidak ada niat sedikitpun seperti itu. Ridhoilah istrimu agar apa yang semua dijalaninya mendapat berkah dari Allah, doakanlah istrimu agar di masa kehamilannya hingga masa persalinannya semua berjalan dengan lancar tanpa halangan satupun. Dan pada akhirnya anak sholeh dan sehat sempurna, yang mudahan kita dapatkan. Amin

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Perjuangan Ibu Hamil Itu Berat, Jangan Sampai Tersia-siakan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel