Saudara Adalah Segalanya, Bagaimanapun Berdamai Dengan Mereka Adalah Keharusan


Dilahirkan dari rahim yang sama, satu kandungan namanya, satu susuan darah dagingnya. Kita akan tumbuh besar bersama dalam kasih sayang seorang ibu dan bapak. Bermain, saling berbagi, merasakan suka ria mahupun kesedihan bersama, tiada lain karena kasih sayang antara yang satu dengan yang lainnya.

Hidup dalam satu atap sebagai saudara kandung seharusnya akan selalu terbangun kerukunan di dalamnya, bahagia karena canda gurau dengan terciptanya suasana humor. Meskipun ada kemarahan, ada pertengkaran, ada suara tangisan itu wajar dalam bersaudara tapi semua itu hanya sesaat saja tidak pernah menyimpannya dalam hati, sebab itu semua terjadi bukan atas dasar kebencian, namun atas dasar kasih sayang.

Saudara itu adalah orang yang bisa merasakan apa yang kita rasakan, rela saling mengalah dan penuh pengertian. Kalau kita dalam kesempitan, mereka akan ikut merasakan kesempitan itu, ibaratnya adalah bila saudara dicubit, seolah kita ikut merasakan sakitnya cubitan itu, sehingga kita akan rela membelanya agar tidak tersakiti. Begitu juga kalau kita meraih prestasi mereka akan ikut bangga pada kita, bukan sebaliknya yaitu kedengkian.

Baca Juga: Lelah Bekerja Itu Biasa, Tetap Sabar dan Syukur, Insya Alloh Berkah

Sikap seperti itu disebut dengan kesalahpahaman kecil dan saudara pasti akan bisa menyelesaikannya dengan cara-cara kekeluargaan. Dengan seperti itu kesalahpahaman kecil akan menjadi bumbu-bumbu kehidupan yang membahagiakan pada waktunya.

Saudara itu adalah sahabat yang yang akan berjalan berdampingan sebagai teman, baik dalam berbagi cerita ataupun harapan, yang bisa memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi, dalam mengarungi bahtera kehidupan ini.

Alhamdulillah kami dibesarkan dengan orang tua yang masih lengkap, kami hidup dalam keluarga yang biasa-biasa saja, mungkin karena bapak hanyalah seorang nelayan kecil, jadi hidup cukuplah pas-pasan, syukur dengan hidup seperti itu tidak sedikitpun kami merasakan kekurangan atau bahkan sampai kelaparan, selain itu juga orang tua masih mampu menyekolahkan 9 (sembilan) orang anaknya minimal sampai jenjang Madrasah Aliyah (MA), kecuali kakak lelaki, kakak yang nomor dua.

Mengenangnya membawa kesedihan tersendiri dalam kehidupan kami, terpaksa harus mengorbankannya, dia yang harus berhenti sekolah hanya untuk membantu bapak mencari nafkah agar adik-adiknya tetap bisa mengenyam pendidikan. Saat itu abang harus meninggalkan bangku sekolah dasar. Dengan usianya yang masih muda, tangan yang masih halus dan lemah sudah harus bekerja keras, demi saudara-saudaranya yang lain agar bisa mendapatkan pendidikan hingga MA.

Saat itu kondisi ekonomi kami sangat lemah, tidak ada yang membantu orang tua berlayar ke laut untuk mencari ikan, mau tidak mau abanglah sebagai anak laki-laki yang harus menemani bapak. Walaupun semua itu berat bagi keluarga, tapi kami sudah tidak ada pilihan. maafkanlah saudara-saudaramu ini abang, yang membuat engkau tidak bisa merasakan pendidikan lebih tinggi seperti yang kami rasakan.

Baca Juga: Dalam Kerinduan, Doa Aku Panjatkan Untuk Keabadian Cintaku Pada Kalian Yang Tersayang

Begitulah pengorbanan seorang saudara kandung, tidak ada yang bisa berkorban demi kita kalau bukan saudara kita sendiri, jangan pernah sia-siakan saudara kita. Dengan tidak melupakan pengorbanannya terhadap kita, karena pengorbanannya itu tidak akan mungkin terbalaskan dengan materi ataupun sikap baik, namun dengan berdamai dengannya dan hormat padanya begitu saja sudah membahagiakannya. Sayangi saudara kita dengan penuh kasih dan peluklah dia dalam keadaan apapun.

Sekarang kami sudah dewasa semua, nasib ekonomi keluarga kami berubah lebih baik dari sebelumnya. Waktu itu masa kecil kami jarang sekali yang namanya bermain, di masa kecil kami menghabiskan waktu untuk membantu orang tua, bapak mencari ikan dan kami anaknyalah yang menjualkan, keliling kampung. Ketika itu ada yang bertanya pada saya, bahkan suami saya sendiri ketika saya bercerita kalau dulu saya seorang pedagang ikan keliling lalu ia bertanya, “tidak malukah jualan ikan keliling?” tanyanya. Ya, mau bagaimana lagi seperti itulah hidup yang harus kami lalui.

Dulu saat kami masih kecil banyak orang yang heran dengan orang tua saya, susah tapi banyak anak, secara begitu ya orang tua saya anaknya 9 (sembilan), 7 (tujuh) cewek dan 2 (dua) cowok, mereka meragukan bisakah bapak saya memberi kami semua makan. Meskipun dengan susah payah, orang tua bekerja banting tulang, kami semua anaknya tidak pernah dibiarkan kelaparan, itu juga karena pertolongan Allah yang telah menjamin rejeki kami.

Begitulah orang tua kami dan itu semua juga berkat bantuan kakak lelaki kami yang nomor dua. Alhamdulillah orang tua tidak pernah meminta ataupun terjerat hutang dengan orang lain. Karena itu pelajaran yang bisa saya ambil adalah apapun keadaannya jika kita optimis menyongsong hari esok, insya Allah semua akan berjalan dengan sempurna. Selain itu saudaralah yang mau rela berkorban demi saudaranya yang lain.

Pengalaman yang kami rasakan hidup dalam keluarga ini banyak sekali. Menghadapi rintangan-rintangan kehidupan dunia yang begitu berat, mulai dari ekonomi, pendidikan, bahkan drama kehidupan sosial juga. Tetapi semua tidak kami ambil pusing, mungkin begitulah cara Allah untuk mengangkat derajat seseorang, karena hidup tanpa ujian dan cobaan itu adalah hal yang mustahil di dunia ini, dan ujian inilah yang harus kami hadapi.

Allah sudah memperlihatkan bahwa semua itu sesungguhnya adalah motivasi hidup, yang akan terasa indah pada waktunya. Bahwasanya hidup bersaudara itu harus saling menyayangi, saling berbagi, bekerja sama, rukun dan akur. Jangan malu ketika kita ditakdirkan menjadi keluarga yang kurang beruntung, keluarga yang memiliki ekonomi yang lemah, bukankah takdir itu bisa dirubah, ketika kita berusaha bekerja keras, berdoa dan menjadi orang yang percaya diri bahwa kita pasti bisa.

Baca Juga: Bukti Harapan Orang Tua Kepada Anaknya Adalah Dengan Cara Mendidik Anak Sebaik Mungkin

Yang paling penting juga adalah percayalah bahwa jika kita hidup berdamai bersama saudara maka apapun yang terjadi, bukanlah suatu masalah. Semua akan mampu kita jalani dengan penuh suka cita dan cinta, itulah kebahagiaan terbesar dalam hidup ini, ya itu adalah cinta.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Saudara Adalah Segalanya, Bagaimanapun Berdamai Dengan Mereka Adalah Keharusan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel