Bingung Mau Pinjam Uang Kemana, Beginilah Solusinya?

Pinjam Uang


Pinjam uang kepada pihak lain untuk menunaikan keperluan-keperluan hidup adalah sesuatu hal yang lazim dilakukan oleh manusia, dari sejak dahulu hingga sekarang. Begitulah hidup di dunia ini, tidak ada seorang pun yang mampu melihat secara pasti pada masa depan.

Manusia hanyalah mampu merencanakan apa yang terbaik dan ideal untuk dilakukan, namun dasar perencanaan tersebut tetap saja tidak dapat memastikan kehidupan masa depan yang bakal terjadi.

Adanya ketidak pastian yang selalu mengiringi langkah kehidupan manusia, tentunya menuntut manusia untuk hidup saling tolong-menolong antara yang satu dengan yang lainnya.

Karena ketidak pastian tersebut merupakan persoalan yang harus diatasi, selanjutnya yang menjadi masalah adalah ketika persoalan itu hadir namun di luar dari batas kemampuan. Oleh sebab itu di sinilah peran pertolongan orang lain.


Mengatasi ketidak mampuan -dalam arti luas- dengan melibatkan orang lain, yaitu adalah dengan meminta bantuan kepada mereka untuk bisa memberi atau meminjamkan kelebihan sumber daya yang mereka miliki.

Seperti halnya pinjam uang yang merupakan cara praktis untuk memenuhi keperluan-keperluan hidup, disaat diri ini tidak memiliki persediaan yang dibutuhkan. Karena uang adalah alat tukar yang dengan fungsinya dapat secara mudah dimemanfaatkan sesuai dengan keperluan yang ingin dipenuhi.

1. Alasan Pinjam Uang

Secara garis besarnya bahwa alasan seseorang melakukan transaksi pinjam-meminjam atau pinjam uang ada 2 (dua) hal yaitu adalah pertama untuk memenuhi kebutuhan yang bersifat darurat, dan yang kedua adalah untuk memenuhi hasrat dan keinginan, atau bisa juga disebut kebutuhan untuk pengembangan diri.

a. Pinjam Uang Untuk Keperluan Darurat

Jika meninjau dari sudut pandang kenapa seseorang memerlukan bantuan orang lain, maka dapat diketahui bahwa terkadang seseorang itu butuh bantuan adalah untuk memenuhi kebutuhan mendesak dan sangat mendasar pada dirinya.

Sakit, tertimpa bencana, biaya pendidikan yang tidak direncanakan sebelumnya, atau mereka yang bekerja tidak tetap dan serabutan, kemudian tiba-tiba tidak ada kerjaan, bahkan hingga berlarut-larut lamanya.

Sedangkan kebutuhan untuk makan, dan lainnya yang pokok dan mendasar tetap harus dipenuhi. Keadaan darurat semacam inilah menuntut seseorang untuk mencari pinjaman uang. Jika mereka tidak mendapat pertolongan atau pinjaman dari orang lain maka bisa berakibat fatal bagi keberlangsungan hidupnya.

b. Pinjam Uang Untuk Keperluan Pengembangan Diri

Sudah menjadi fitrah kita sebagai manusia, ingin selalu hidup berkembang menuju pencapaian yang dianggap terbaik. Usaha-usaha dengan segala daya dan upaya pun dilakukan.

Tetapi terkadang apa yang dimiliki tidak dapat menjangkau apa yang diingini. Sehingga membutuhkan daya ungkit dari orang lain yang bisa dimanfaatkannya.

Seperti halnya pada saat akan melakukan ekspansi usaha, karena banyaknya permintaan penawaran yang datang padanya. Atau berdasarkan dengan analisa usaha yang selama ini dijalaninya, sehingga dirinya mampu melihat peluang pasar.


Dengan begitu maka mengembangkan usaha sangat menguntungkan meski kemampuan belum ada, oleh sebab itu pinjam uang pada pihak lain dapat dilakukan untuk pengembangan-pengembangan ini.

Biasanya jika kebutuhan untuk pengembangan ini akan lebih mudah mendapatkan pinjaman uang, karena uang yang dipinjam tersebut akan dijadikan aset produktif sehingga resiko untuk tidak kembali sangatlah kecil. 

2. Kemana Baiknya Pinjam Uang

a. Pinjam Uang Pada Perorangan/Pribadi

Pinjam uang pada perorangan atau pribadi, bisa kepada saudara, sahabat, teman, atau kenalan. Tujuannya adalah untuk mendapatkan uang dengan cepat, tanpa perlu ribet-ribet mengikuti prosedur administrasi.

Selain bisa cepat prosesnya, pinjam uang pada keluarga atau teman juga bisa membebaskan diri dari praktik-praktik mengambil keuntungan dari transaksi pinjam meminjam, orang lagi susah ibaratnya seolah-olah dimanfaatkan, kasihan kan ya?

Tetapi masalahnya pemberi pinjaman perorangan ini kebanyakan dari mereka harus mempertimbangkan dalam-dalam terlebih dahulu untuk memberikan pinjaman. Sebagaiman tertuang dalam artikel yang ditulis oleh koinworks tentang 6 tips meminjamkan uang kepada keluarga, 

Berikut tipsnya mari kita pahami, bahwa itu merupakan alasan-pertimbangan seseorang dalam memberikan pinjaman. 

  1. Berpikir dengan Matang, Apakah Anda Benar-Benar Bisa Membantu Mereka?, 
  2. Jangan Memutuskan Sendiri, Diskusilah Bersama Pasangan,
  3. Sebaiknya Meminjamkan Uang Sebesar yang Mampu Anda Relakan, 
  4. Buat Kesepakatan Secara Tertulis, 
  5. Ingatlah, Membantu Keluarga Tidak Selalu dengan Uang!, 
  6. Belajar Berkata Tidak dengan Cara yang Baik

Dan apa yang terjadi! dengan begitu ternyata kebanyakan dari mereka ujung-ujungnya tidak bisa memberikan pinjaman, dengan berbagai macam alasannya.

Tidak mudah memang bagi seseorang, mengeluarkan uangnya untuk memberikan pinjaman pada orang lain, apalagi jika diketahui kepribadiannya yang kurang baik, serta tidak adanya keyakinan atau jaminan bahwa yang diberi pinjaman bisa mengembalikan uangnya sesuai dengan waktu yang dijanjikannya.

Jadi benar juga seperti artikel yang dipublikasikan oleh boombastis.com ada 5 Jenis Manusia yang sebaiknya jangan pernah dikasih pinjaman uang, seperti misalnya: 

  1. Pernah punya riwayat buruk soal utang, pernah dengar-dengan kabar tentang dia begitu yang gak bayar-bayar dan bahkan saat ditagih susah banget, ngeles terus, ada aja alasannya.
  2. Suka menghilang tiba-tiba, 
  3. Temperamen dan pendendam, 
  4. Kemampuan bayarnya meragukan, 
  5. Berbohong dan malah pamer.


b. Pinjam Uang Pada Lembaga Keuangan

Lembaga keuangan sekarang banyak macam pilihannya. Ada yang offline ada juga yang online, ada yang berbentuk bank, koperasi, atau fintech (P2P). Semua mempunyai keunggulan dan kekurangannya masing-masing.

Memang mengajukan pinjaman pada lembaga keuangan sedikit rumit karena ada prosedur administrasi yang harus dipenuhi. Tetapi ketersediaan dana sangat banyak dibandingkan perorangan, jadi pengajuan dapat mengikuti berdasarkan produk dan besaran yang diinginkan pengusul. Tidak seperti perorangan yang terbatas.

Karena lembaga keuangan memiliki ketersediaan dana yang banyak dan berorientasi untuk mencari keuntungan, oleh sebab itu mereka sangat membutuhkan adanya peminjam (nasabah). 

Jadi lembaga keuangan sangat cocok bagi seseorang yang melakukan pinjaman dalam jumlah besar dan untuk dipergunakan sebagai pengembangan diri. Karena pemberian pinjaman tidak diberikan dengan cuma-cuma, ada beban bunga atau margin keuntungan yang dibebankan pada peminjam.

Adanya beban bunga dan atau margin keuntungan tersebut maka sangat tidak bijak jika digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi saja.

Lalu bagaimana solusinya jika seseorang membutuhkan dana untuk keperluan darurat, jika pinjaman ke perorangan serba salah karena mereka enggan untuk memberikan pinjaman. Dan ada beban bunga jika pinjam pada lembaga keuangan, yang kurang bijak jika digunakan unguk kebutuhan tidak produktif.


Maka dengan masalah-masalah tersebut sebenarnya kita bisa membentuk organisasi ekonomi tersendiri yang bisa mengatasi kebutuhan-kebutuhan tersebut. Seperti halnya koperasi, yang merupakan lembaga ekonomi yang berasaskan kekeluargaan, lembaga semacam ini bisa dibangun selain selain bertujuan untuk mencari untung, bisa juga untuk tujuan tolong-menolong bagi anggotanya. 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Bingung Mau Pinjam Uang Kemana, Beginilah Solusinya?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel