Sukses Berkoperasi, Berat Sama Dipikul, Untung dan Sejahtera Sama Dirasa

Koperasi merupakan salah satu badan hukum yang bisa dipilih untuk menaungi kita dalam menjalankan kegiatan usaha.

Secara peribadi alasan kenapa berkoperasi adalah karena ingin menyalurkan hasrat berbisnis. Tetapi sebagai orang yang berlatar belakang dari kalangan rakyat biasa, tentunya untuk berbisnis akan dihadapkan dengan banyak keterbatasan.

Seperti misalnya permodalan, pemikiran, pengalaman, waktu, atau jaringan.

Atas dasar itulah, menurut pandangan subjektif saya maka saya memutuskan untuk bergabung dengan koperasi. Dimana koperasi yang dengan konsep gotong-royongnya, kekeluargaanya, dan demokrasinya. Itu adalah merupakan solusi atas masalah-masalah keterbatasan yang saya hadapi. Asalkan koperasi benar-benar dijalankan sebagaimana perannya.

Baca Juga: Cara Bisnis Ibu Rumah Tangga Agar Bisa Meraih Sukses

Berkoperasi itukan syaratnya minimal terdiri dari 20 orang, nah kita bisa bayangkan dengan 20 orang itu maka tentunya kita sudah bisa saling berbagi baik dari sisi modal, pemikiran, ataupun kerja kerja untuk memajukan usaha yang ingin dijalankan.

Jadi yang tadinya seseorang memiliki keterbatasan sebagaimana yang saya alami, sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan bisnis. Namun tingkat kesejahteraan yang masih rendah, sehingga menuntut untuk adanya sumber-sumber lain yang bisa meningkatkan kesejahteraan, maka dengan berkoperasi semua itu jadi sangat mungkin. Artinya berat sama dipikul. Untung dan sejahtera sama dirasa...

Tetapi sialnya keunggulan koperasi ini sering kali disalahgunakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, sehingga sangat merugikan dan meruntuhkan kepercayaan masyarakat terhadap dunia perkoperasian. Padahal pemerintah masih menyakini bahwa koperasi adalah soko guru perekonomian nasional, yang sejatinya jika dijalankan dengan benar, akan mampu membatu masyarakat untuk mengatasi permasalahan kesejahteraannya.

Baca Juga: Begini Cara Mencari Tambahan Penghasilan Untuk Memenuhi Kebutuhan Keluarga

Karena kurangnya pengawasan dan tindakan hukum terhadap oknum-oknum yang menjadikan koperasi sebagai kedok untuk melancarkan misi-misi jahat yang merugikan banyak pihak. Seperti yang mungkin pernah kita saksikan bersama, pada pemberitaan-pemberitaan yang beredar, tentang banyaknya penipuan dan investasi bodong yang dilakukan atas nama koperasi, atau adanya konflik kepentingan antara pengurus dan anggotanya. Seperti itulah sesungguhnya tantangan yang dihadapi...

Maka untuk bisa membangun gerakan koperasi yang sukses hendaknya para anggota koperasi terlebih dahulu memiliki landasan mental yang kuat. Agar koperasi dapat berjalan dengan benar dan sesuai dengan harapan.

Edukasi tentunya harus dilakukan untuk menanamkan pada diri bahwa berkoperasi adalah sesuatu yang mulia, yang tidak boleh dicemari dengan keburukan-keburukan. Meskipun hal itu tidak dapat dihindari sepenuhnya, namun dengan cara terus memberikan edukasi resiko itu dapat diminimalisir sekecil mungkin.

Dengan begitu koperasi akan dapat tumbuh subur dan banyak memberikan manfaat pada anggota ataupun masyarakat yang lainnya.



Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Sukses Berkoperasi, Berat Sama Dipikul, Untung dan Sejahtera Sama Dirasa"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel