Karakter Anak Berbeda-beda, Orang Tua Harus Siap Menghadapinya

karakter anak berbeda-beda

Karakter anak berbeda-beda, mereka terlahir membawa keunikannya masing-masing, meskipun berasal dari ayah dan ibu yang sama.

Sebagai orang tua tentunya harus mampu memberikan perannya dengan interaksi yang dapat diterima oleh masing-masing anak yang berbeda tersebut. 

Memandang anak adalah sebuah anugerah dari Sang Maha Kuasa, anak adalah sekumpulan harta yang paling berharga, anak adalah titipan dari Sang Maha Kuasa yang harus dijaga dan disayangi. Dengan begitu tentu saja kita mestinya harus berbuat yang terbaik bagi mereka.

Sepasang suami istri kebanyakan menginginkan dikarunia beberapa anak, sebagaimana pemerintah Indonesia, meskipun mengkampanyekan program Keluarga Berencana (KB) bahwa memiliki anak 2 sudahlah cukup, kenapa jika ingin menekan angka kelahiran setidaknya 1 anak saja sudah cukup. Ini juga mungkin didasarkan pada karakter manusia yang ingin mendapatkan anak lebih dari satu.

BACA JUGA: Cara Mendidik Anak Ala Ibu Muda Yang Belum Berpengalaman

Banyak alasan yang mempengaruhinya, bisa jadi mungkin alasannya adalah biar keluarga itu seru, rame, ada juga yang mengatakan kenapa ingin memiliki banyak anak, karena banyak anak banyak rezeki itulah kata pepatah orang tua bahari, atau karena sunnah agama, dan lain sebagainya.

kasih sayang orang tua

Ketika punya satu anak mungkin interaksi tidak menjadi masalah, tetapi setelah mempunya anak ke dua, tiga dan seterusnya. Tentu hal tersebut menuntut orang tua untuk bisa memahami perbedaannya, jangan sampai ada kesan membanding-bandingkannya, ini lah permasalahan yang akan dihadapi oleh orang tua, yang akan berakibat pada ketidak adilan, diskriminasi dan penghakiman.

Permasalahan tersebut terlihat sepele dan banyak diabaikan atau tidak disadari sebagian orang tua. Ketika orang tua mengabaikan pengamatannya terhadap watak setiap anak maka dapat dipastikan tidak akan bisa menemukan cara menghadapi anak yang berbeda watak atau sifat ini. Hal inilah yang menjadi permasalahan sebagian dari orang tua, menghadapi dan menasehati anak dengan cara yang sama, padahal setiap anak itu berbeda watak dan sifatnya, maka seharusnya caranya mengatasinya pun berbeda juga.

Maka melakukan pendekatan terhadap anak adalah salah satu cara yang bisa digunakan untuk mendeteksi sifat anak satu dengan anak yang lainnya. Dekatilah anak dari hati ke hati, seringlah berbincang terhadap mereka, bertanyalah apa yang ia suka dan apa yang tidak ia suka, apa permasalahan mereka, dan lainnya.

Coba saja diperhatikan secara seksama, sebagai seorang ibu bisa jadi sejak dalam kandungan saja anak yang satu dengan anak yang lainnya bawannya berbeda-beda. Mungkin yang satu ketika mengandung ada rasa mual, dan anak yang kedua tidak ada merasakan apa-apa. Sampai mereka terlahir dunia semuanya berbeda.

BACA JUGA: Mendidik Anak Tanpa Marah, Apapun Pilihannya Buatlah Menjadi Anak Yang Membanggakan

Dari semua itu sudah menunjukan perbedaan dari keduanya. Maka dari itu sebagai orang tua harus bisa mengamati sifat atau tingkah laku masing-masing anak, agar ini tidak menjadi sebuah permasalahan dalam menghadapi sang buah hati dengan keunikannya masing-masing.

Ada yang sifatnya cerewet, manja, usil, suka nangis. Ada juga yang miliki sifat keras kepala, ada anak juga yang memilik sifat yang emosional, masing-masing memang beda.

Semua hal itu dengan keunikan, maka cara menghadapi dan menasehatinya juga dengan caranya masing-masing. Jangan pernah membanding-bandingkan, hal itu akan membawa dampak negatif kepada mereka. Dengan salah tindakan yang kita ambil bisa menjadikan seorang anak itu mungkin anak merasa tidak disayang, ,mungkin anak merasa tidak diperhatikan, mungkin anak merasa tidak sempurna, mungkin akan membuat anak menjadi tambah nakal, mungkin anak menjadi anak yang pemberontak. Hal yang kita anggap biasa aja tapi sesungguhnya dapat membawa dampak yang besar terhadap diri dan jiwa anak.

Kakak atau adikmu bisa bisa begini, bisa begitu, masak kamu tidak bisa, marah-marah dia lho begini-begitu. Selau marah-marah tanpa menyesuaikan diri terhadap karakter anak kita dulu, sehingga memungkinkan cara kita yang salah yang meminta tolong padanya, anaknya maunya ketika dimintai tolong mau dipuji-puji dulu, hai anak mamah yang canti atau yang ganteng, anak mamah yang rajin, dan sebagainya, seperti itu.

adik kakak akrab

Marah dengan kata-kata yang kasar, marah kepada anak selalu mengucakpan kata-kata membandingkan antara anak yang satu dengan anak yang lainnya. Ingat kata-kata yang kita lontarkan terhadap anak itu bisa membuat mereka sakit hati terhadap kita, bahkan tidak mau memnderkan apa yang kita ucapkan. 

Terkadang hal yang sederhana dan mudah malah diri kita sendiri yang mempersulit, apakah kita pernah memikirkan kesalahan kita terhadap anak. Jangan sampai hal kecil ini menjadikan penghalang atas kasih sayang kita terhadap anak, membuat kita menjadi pilih kasih terhadap anak.

BACA JUGA: Saudara Adalah Segalanya, Bagaimanapun Berdamai Dengan Mereka Adalah Keharusan

Cara menghadaapi anak boleh berbeda, cara menasehati anak boleh berbeda, cara berinteraksi dengan anak boleh beda, tapi cara-cara tersebut tetap harus atas dasar kasih sayang dan cinta yang sama.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Karakter Anak Berbeda-beda, Orang Tua Harus Siap Menghadapinya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel