Cerita Fiksi Inspiratif - HAFI "Hasrat Meraih Mimpi"

alFazini.com akan menghadirkan Cerita Fiksi Inspiratif yang akan diterbitkan setiap hari senin. Cerita fiksi Inspiratif ini mengisahkan sosok pemuda yang memperjuangkan mimpinya. Tetapi Ego cinta yang mewarnainya sulit difahami untuk bisa berjalan bersama. Oleh sebab itu melepaskannya adalah cara dia untuk mendapatkan buah kebaikan di kemudian hari. Yaitu hadiah dari prasangka baik kepada Sang Ilahi.

Jangan lupa diikuti ceritanya ya, mudah-mudahan bermanfaat buat kita semua...

Daftar Isi 

Sinopsis

Prolog

Kesalahan 

  1. Siang Itu
  2. Biar Mimpiku yang Bicara
  3. Asa di Barak Hafi
  4. Tak Semudah Itu
  5. Patriaki, Akhirnya Harus Memilih
  6. Separuh Aku
  7. Page Break

Hasrat 

  1. Ufuk
  2. Nikmat Tak Terperi
  3. Dia
  4. Sirr

Langkah 

  1. Sosok Tak Terduga
  2. Peluang
  3. Senda dan Logika
  4. Bicara Tentang "Fokus"
  5. Sudah Bulat

Bertahan

  1. Berkah Itu Indah
  2. Gelagat yang tak terduga
  3. Romansa Inna
  4. Mana yang Benar
  5. Pembuktian, Execute!

Kapan

  1. Kegelisahan
  2. Pengakuan Tak Terduga
  3. Kejujuran
  4. Babak Baru
  5. Perasaan Itu Sudah Ada
  6. Persahabatan
  7. Keikhlasan Hati
  8. Menanti

Sinopsis 

Apa rasanya melepas cinta dalam genggaman? Demi mengejar impian besarnya, Hafi terpaksa melepas Mela, bidadari yang dipujanya.

Demi sebuah ego orang tua yang menginginkan calon menantunya mencari sumber penghasilan dulu, sebelum mengejar mimpi besarnya. Suatu syarat yang tak mampu Hafi penuhi, hingga dia merelakan Mela lepas dari genggamannya.

Pemuda memang idealis, yang mungkin cenderung tidak realistis. Namun Hafi akan membuktikan kalau keidealisannya itu mampu membawanya ke puncak sukses. Kesuksesan yang akhirnya mengantarkannya pada cinta sejati.

Meski cinta sejatinya kali ini bukan tanpa ujian. Hafi terjebak dalam kubangan perasaan dua sahabat yang sama-sama mengharapkan cintanya. Hafi harus memilih di antara kedua gadis baik yang takkan menolak cintanya.

Mana yang harus Hafi pilih? Adia atau Inna? Relakah salah satunya melepaskan Hafi untuk menjadi milik sahabatnya? Apakah persahabatan itu tak lantas retak gara-gara cinta yang salah tempat?

Ah, lagi-lagi persoalan melepaskan mewarnai corak hidupnya. Dulu dia harus melepas Mela, kini gadis yang dipilihnya harus mengambil risiko retaknya sebuah persahabatan.

Ah, tapi satu hikmah yang perlu manusia sadari setelah melepaskan. Bahwa dia akan mendapatkan buah kebaikan di kemudian hari. Hadiah dari prasangka baik kepada Sang Ilahi.

Jika kau percaya, maka kau akan mendapatkan hadiah itu kawan. Maka, percayalah!


Prolog 

“SIAPA kamu?” mendenging. Melengking. Mencucuk-cucuk gendang telinga. Cupingnya terasa panas bergetar. Sedang hati terlahap api kesedihan. Siapa pun mendengarnya pasti akan merasakan sakitnya. Kecuali mereka yang punya jawaban tepat. Coba rasakan tanya itu, ya rasakan kata itu keluar dari mereka yang selalu melihatmu, mereka yang selalu dekat denganmu, mereka yang selalu bersamamu. Tetapi tergambar jelas bahwa mereka tidak mengenalmu.

Hafi mendengar jelas. Ya, jelas sekali. Kata-kata itu! Tidak ada tabir sehelai benang pun yang menghalanginya. Padahal itu barulah apa yang Hafi bayangkan, belum benar-benar terjadi. Dia sudah bisa merasakannya dengan jelas. Jelas sekali. Sungguh itu harus Hafi tepis. Jangan sampai dirinya benar-benar mengalami hal itu.

Berawal dari itu Hafi mulai menghamparkan hatinya untuk cinta yang suci. Bukan berarti terbebas dari rasa yang menyakiti. Sebab jalan ada kanan dan kiri, sebagai lawan indah dari likuan sungai kehidupan yang sejati, ini adalah karunia yang harus dihadapi. Di kota yang hanya selarik memanjang, sama persis dengan alur sungai, jika dilihat dari ketinggian atau perbukitan. Arus kendaran tak beda layaknya hilir mudiknya air sungai yang berada dekat dengan muara. Itulah kota Sangatta, kota tempat dimana Hafi tinggal.

Di kota Sangatta itulah Hafi mencoba untuk menjadikan dirinya memiliki nilai manfaat bagi orang lain. Jika kelak ditanya dia mampu memberikan jawaban yang pasti, ‘HAI INILAH AKU!’. Sebenarnya ini Hafi lakukan bukan untuk menjawab pertanyaan mereka. Tapi ini Hafi lakukan hanyalah semata-mata mempertanggungjawabkan kehidupannya pada sang penguasa alam.

Belum ada Komentar untuk "Cerita Fiksi Inspiratif - HAFI "Hasrat Meraih Mimpi""

Posting Komentar